Sebagai bangsa yang kaya dengan budaya dan keberagaman, maka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Indonesia Consortium For Religious Studies (ICRS) dan British Council mengadakan Lokakarya Pengayaan Wacana Agama dan Keagamaan bertempat di Aula 2 Kanwil Kemenag Kalbar jl. Sutan Syahrir Pontianak, selasa (22/08).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Prov. Kalbar H. Syahrul Yadi, M.Si. Dalam sambutannya Syahrul Yadi menyambut baik program Lokakarya tersebut dengan ungkapan apresiasi karena telah memilih Kalimantan Barat sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami apresiasi kepada ICRS yang menjadikan Kalimantan Barat sebagai landasan pacu pelaksanaan Lokakarya pengayaan wacana agama dan keberagaman, semoga ini membawa berkah dan terjaganya keharmonisan umat beragama di Kalimantan Barat,” jelas Kakanwil.

Lanjutnya, pengayaan wawasan keagamaan di lingkungan umat beragama menjadi suatu kebutuhan. Oleh karena itu kegiatan yang bersifat universal tentang pemahaman keagamaan mesti kita dukung bersama.

Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjalin silaturrahim antara satu dengan lainnya, apalagi 100 peserta yang hadir dalam lokakarya ini adalah para penyuluh agama, perwakilan organisasi keagamaan, media massa baik cetak ataupun elektronik dan unsur pendidik yang kesemuanya mewakili 6 (enam) agama yang diakui di Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu).

Direktur ICRS Dr. Siti Samsiatun, sebagai narasumber dari pusat menuturkan bahwa persaudaraan sesama bangsa patut kita jaga. Oleh karena itu kegiatan ini mengusung tema “Rukun, Ragam dan Sepadan”.

“Dengan kegiatan ini kita dapat saling mengenal satu dengan lainnya dan bekerja sama dengan lainnya untuk mengatasi persoalan yang tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, karena banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama, misalnya menanggulagi kebanjiran, Gunung meletus, Gempa bumi dan lain-lain” ujar Samsiatun. (Ir-Inmas)

Berita: