Pelaksanaan Bimtek e-MTQ se-Kalimantan Barat dalam rangka menghadapi Kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang rencananya akan dilaksanakan pada Bulan April minggu ke dua dan ketiga Tahun 2018 di Kabupaten Mempawah berjalan dengan lancar. Kegiatan yang dilaksanakan  selama dua hari (25 s.d 26 Januari 2018) di Aula BPSDM Kota Pontianak tersebut dihadiri oleh para Admin e-MTQ masing-masing 2 orang setiap Kabupaten/Kota, terdiri dari unsur pengurus LPTQ Kabupaten/Kota dan Pegawai Kantor Kementerian Agama Kab/Kota.

Salah satu narasumber kegiatan tesebut adalah H. Sayyid Alwi Fahmi, S.Ag yang merupakan pemateri dari Penais Kementerian Agama RI mengatakan bahwa tugas Admin merupakan tugas berat, dimana para Admin merupakan petugas yang akan melaksanakan persiapan pendaftaran peserta MTQ kedepannya.

Ia juga mengatakan bahwa Provinsi Kalimantan Barat merupakan provinsi yang ke-5 dalam hal menggunakan e-MTQ untuk pendaftaran peserta MTQ di Mempawah kedepannya. “Penggunaan Aplikasi e-MTQ merupakan suatu keharusan untuk diaplikasikan, hal ini berdasarkan Peraturan Dirjen Bimas Islam Nomor 394 Tahun 2006 tentang pedoman Aplikasi e-MTQ, berdasarkan hasil Munas LPTQ Tingkat Nasional Tahun 2006 di Jakarta”, tegas H. Sayyid Alwi Fahmi saat penyampaian materi perdana usai acara pembukaan.

Menurutnya juga bahwa alur pendaftaran peserta MTQ dengan menggunakan e-MTQ ada 5 tahap yaitu: 1. Tahap pendaftaran, 2. Tahap verifikasi (tahap satu), 3. Waktu sanggah, 4. Tahap verifikasi (perbaikan), dan 5. Tahap penetapan peserta. Dan ketika ada permasalahan, maka diberikan waktu sanggah dengan saling konfirmasi antar pihak pendaftar dengan panitia.

Selain itu, pendaftaran secara online melalui e-MTQ, maka seluruh Kabupaten/Kota yang akan mendaftarkan pesertanya harus menginput peserta dengan cara login di aplikasi e-MTQ yang tersedia, dan harus menginput pendaftaran peserta, foto peserta melalui file jipeg, PNG, dengan size paling tinggi 500 kb, dan menginput dokumen pendukung peserta seperti: KTP/Kartu Identitas, Keterangan Domisili, Sertifikasi Kejuaraan, Akte Kelahiran, serta Ijazah dengan cara scan, tatkala verifikasi berkas, harus menunjukkan aslinya tanpa diambil oleh panitia.

H. Sayyid juga menekankan bahwa pendaftaran MTQ melalui Aplikasi e-MTQ merupakan langkah dan upaya perbaikan pendaftaran MTQ baik di tingkat Nasional maupun tingkat level dibawahnya, dengan mengutamakan NIK KTP, bila ada peserta yang NIK nya ganda maka secara otomatis akan tertolak, menurutnya, hal ini diupayakan adanya kerjasama yang baik antara panitia di masing-masing Kabupaten/Kota dengan Disdukcapil.

Salah satu pengurus LPTQ Kalbar Jamani Rosadi mengatakan bahwa untuk saat ini pembuatan Aplikasi dalam rangka pelaksanaan MTQ Tingkat Kalimantan Barat sudah hampir selesai dibuat oleh programmer, namun akan diuji kembali, dengan melakukan tes penginputan pendaftaran peserta, jika layak, maka pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalbar di Mempawah akan resmi menggunkan e-MTQ, tentunya harus ada kesepakatan/perjanjian bersama antara LPTQ  Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten/Kota. (Rudi/Mempawah).

Berita: