SINGKAWANG. Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (Untan) tahun 2018 kembali mempersembahkan “BIOLOGY BACK TO NATURE 2018” dengan mengusung tema “Biology Connecting People to Nature”. Biology Back to Nature (B2N). Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh kalangan pelajar SMP/MTs dan SMA/MA se-Kalimantan Barat. Dalam kegiatan ini diselenggarakan 3 cabang lomba, yaitu (1) Jawara Biologi tingkat SMP/MTs sederajat Kota Pontianak dan Sekitarnya, (2) Olimpiade Biologi tingkat SMA/MA sederajat Kalimantan Barat, (dan (3) Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat SMA/MA sederajat Kalimantan Barat.

Dalam kegiatan B2N kali ini, MAN 1 Singkawang mengikutsertakan pesertanya pada cabang LKTI dan Olimbio. LKTI merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari tangan-tangan anak muda bangsa yang masih duduk di bangku SMA/Sederajat Se-Kalimantan Barat. Sedangkan Olimbio merupakan salah satu perlombaan bagi pelajar SMA/MA sederajat Se-Kalimantan Barat yang suka mengasah otak. Kegiatan final LKTI dan Olimbio berlangsung pada tanggal 6 – 8 Oktober 2018 di gedung Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak.

Saat pengumuman malam final B2N, MAN 1 Singkawang berhasil meraih juara pada kedua cabang yang diikuti. Nurkamala Fitri dan Qois Natasya yang mempresentasikan penelitian dengan judul “Pemanfaatan abu pelepah kelapa sebagai bahan alternatif pembuatan garam” berhasil meraih juara ke-2 pada cabang LKTI mengungguli SMA Immanuel yang berada di peringkat ke-3. Sedangkan peringkat pertama hingga tahun ini masih dipegang oleh SMAN 1 Pontianak. Pada cabang Olimpiade Biologi, Adhitya Fajriyadi berhasil meraih juara ke-3 setelah SMA Immanuel yang berada di peringkat 1 dan 2.

Guru pembimbing Biologi MAN 1 Singkawang, Rahmi Nuraztia mengatakan bahwa “keberhasilan siswa-siswi MAN 1 Singkawang dalam B2N kali ini berhasil membuktikan bahwa MAN 1 Singkawang tidak hanya mampu menyaingi sesama madrasah saja, namun juga mampu menyaingi sekolah-sekolah umum unggulan di Kalimantan Barat, baik dalam karya tulis ilmiah maupun dalam olimpiade”.  Peran serta guru pembimbing yang terlibat dalam mempersiapkan siswa mengikuti cabang lomba dalam B2N 2018 yakni ibu Marsusanti, S.H dan ibu Retno Ningrum, S.Pd. juga tak kalah penting dalam mengantarkan siswa mencapai prestasi. “Semoga, kemenangan kali ini dapat menjadi momentum bagi MAN 1 Singkawang untuk semakin giat lagi mempersiapkan diri menjadi sekolah terdepan Kalimantan Barat,”lanjut Rahmi.(Rh/MAN 1 Skw)