SAMBAS – MAN Insan Cendekia Sambas  Sejumlah Siswa MAN Insan Cendekia Sambas untuk menyaksikan fenomena langka gerhana bulan total atau yang dikenal dengan Super Blue Blood Moon pada Rabu (31/1/2018).

Berita akan terjadi gerhana bulan total pada Rabu, 31 Januari 2018, sudah mengalir sejak beberapa hari lalu.warga MAN IC, pun sudah bersiap menyambutnya dengan melaksanakan salat gerhana bulan atau salat Khusuf.sebelum pelaksanaan Sholat Gerhana di awali dengan penjelasan singkat oleh Kepala MAN Insan Cendekia Sambas

Dalam Arahanya, Mursidin M.Ag Mengatakan Sebagai Muslim, ketika mendapati ada gerhana bulan atau matahari, maka sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana.Hal itu didasarkan pada amalan yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.” (HR. Bukhari no. 1047).

“Fenomena alam yang hanya dapat dilihat 150 tahun lebih lagi ini mengundang rasa penasaran kita yang hanya bisa kita saksikan 1 kali dalam seumur hidup kita”  Tukas Mursdin

Zainul Mukhlisin (16) misalnya. Siswa MAN Insan Cendekia Sambas Kelas X MIA 1 ini mengaku sangat antusias sekali  melihat gerhana bulan dan melaksanakan sholat khusuf tersebut.dikarenakan baru kali ini saya melaksanakan sholat gerhana, Ia bersama teman-teman lainnya sengaja datang ke ke masjid lebih awal sekalian mengumandangkan Takbir Tahmid dan Tahlil.

Pelaksanaan Sholat Khusuf di mulai pada pukul 19.48 yang di pimpin oleh Ust. Edy, S.Pd dan dilanjutkan Khutbah oleh Ust. Abdullah Fikri Rijalulah, S.Pd.I. Mereka berdua merupakan Pembina Asrama Putra MAN Insan Cendekia Sambas

Dalam Khutbah singkatnya Ust. Fikri Menyampaikan “Tanda – tanda alam sejatinya adalah isyarat Ilahiyah dari waktu ke waktu untuk mengembalikan eksistensi kehambaan kita kepada Allah yang tergerus oleh rutinitas kehidupan. Tajamnya pengamatan terhadap alam semesta yang terbingkai iman akan mengantar kepada dzikir dan kedalaman iman itu sendiri Terkhusus pada fenomena gerhana yg kita alami ini , maka sesungguhnya ia membawa pesan Ilahi sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam :

إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته، ولكن الله تعالى يخوف بها عباده

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah, tidak terjadi gerhana pada keduanya disebabkan kematian dan kelahiran seseorang, sungguh Allah menjadikan (gerhana) pada keduanya agar hamba-hambaNya merasa takut. (HR. Bukhari No. 1048 dan Muslim No. 911)

Peristiwa ini mengantar kita pada suatu keadaan jiwa yang sadar dengan sesungguhnya bahwa kita dengan berbagai pencapaian ilmu pengetahuan, ternyata tidak berdaya apa-apa di hadapan ke Maha Kuasaan Allah Tabaraka Wa Ta’ala,” tukasnya.( ded/hmsic)