Lagi, prestasi tingkat nasional ditorehkan oleh siswa MAN Insan Cendekia Sambas. Kali ini adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tanggal 25-27 Mei 2018. Lomba tersebut merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan di kampus UGM 1439 H dengan berbagai kegiatan: Tarhib Ramadhan, Pesanten Intelektual Profetik, Dialog Tokoh, Pameran Keilmuan Islam, Pagelaran Budaya Islam, dan Festival Cendekia Muslim yang di dalamnya terdapat lomba LKTI Al-Qur’an, MTQ, nasyid, poster, dan VLOG da’wah kreatif.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an kali ini mengangkat 6 tema: Al-Quran dan cita-cita teknologi masa depan, Al-Quran dalam pengembangan energi terbarukan, inspirasi Al-Quran dalam dunia kesehatan, Al-Quran sebagai nspirasi perbaikan sistem perekonomian, Al-Quran dan strategi mewujudkan kedaulatan pangan, dan Al-Quran sebagai basis etika masyarakat Indonesia. Terdapat 109 naskah yang mengikuti lomba tersebut, selanjutnya dilakukan seleksi administrasi dan format hingga lolos 21 naskah semifinalis. 21 naskah semifinalis tersebut selanjutnya dilakukan penilaian isi substantif hingga diperoleh 4 naskah finalis yang mengikuti sesi presentasi dan wawancara. Setelah melakukan presentasi dan wawancara di depan dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. Edy Meiyanto, Apt., M.Si., Nopriandi, S.T., M.Sc., Ph.D., dan Yuni Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D, tim dari MAN Insan Cendekia Sambas yang terdiri dari Nurfadillah Purnamawati, Hasna Arista Artanti, dan Siti Alfiah semuanya dari kelas XI MIPA 3 dinyatakan meraih juara 3.

Menurut kepala Madrasah, Mursidin, menyusun Karya Tulis Ilmiah merupakan sarana menanamkan keterampilan 4C yang merupakan keterampilan yang harus dimiliki generasi abad 21, yakni Critical-Thinking skill (kemampuan berfikir secara kritis, lateral, dan sistemik, terutama dalam konteks pemecahan masalah), Communication skill (kemampuan berkomunikasi, baik lisan maupun tertulis terutama dalam menyampaikan gagasan dan pemecahan masalah), Collaboration Skills (kemampuan bekerja sama secara efektif dengan berbagai pihak), dan Creativity and Innovation Skills (kemampuan mengembangkan kreativitas yang dimilikinya untuk menghasilkan berbagai terobosan yang inovatif). “Menyusun Karya Tulis Ilmiah akan mengasah empat keterampilan tersebut, maka KTI di MAN Insan Cendekia menjadi salah satu persyaratan kelulusan selain menyelesaikan minimal 3 juz hafalan Al-Qur’an selama 3 tahun belajar,” pungkas Mursidin.

Di arena Lomba, Sutardi selaku guru pembimbing mengapresiasi para siswa yang telah berupaya tampil maksimal saat lomba. Meski baru berhasil meraih juara 3, tetapi dilihat dari jumlah peserta dan skala nasional, prestasi ini cukup membangkakan. Sebelumnya, KTI bidang kimia juga telah ditorehkan oleh siswa MAN Insan Cendekia Sambas sebagai juara 3 atas nama Zahlah Ninanda, Puti Alipa, dan Muzdalifah Putri dan juara 1 atas nama Ummi Adilah Lutfiah dan Rizky Rinaldy pada kegiatan Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) di FMIPA Universitas Tanjungpura. “Selain prestasi akademik, para siswa memang didorong untuk menguasai KTI sesuai dengan target MAN Insan Cendekia, yakni diperolehnya prestasi akademik yang baik bagi alumni MAN Insan Cendekia selama studi di perguruan tinggi, untuk mencapai target itu salah satu modalnya adalah menguasai KTI,” pungkas Sutardi. (ded/hmsic)