Sambas_MAN Insan Cendekia Sambas Kalimantan Barat. Perempuan merupakan sosok yang erat kaitannya dengan makhluk yang sabar dan lemah lembut, tetapi juga mahir dalam melakukan kegiatan apapun. Keberadaan generasi penerus bangsa ini tidak lepas dari perempuan, karena mereka dilahirkan dari rahim seorang perempuan. Menjadi seorang perempuan yang tangguh bukan hal yang mudah karena membutuhkan tekad dan rasa berani untuk mencoba. Oleh karena itu, pendidikan karakter secara mendalam harus ditanamkan sejak dini pada kaum perempuan (06/05)

MAN Insan Cendekia Sambas Kalimantan Barat sebagai Madrasah yang mempunyai ciri khas yaitu Broading School dengan memiliki Slogan Berprestasi Mandiri dan Islami. Mempunyai program untuk  khusus Peserta Didik Perempuan yang dinamakan “KEPUTRIAN“.

Dalam arahannya Kepala Madrasah, Mursidin menyampaikan bahwa terdapat dua macam kegiatan terstruktur dalam program ini, yaitu kegiatan materi dan keterampilan. Kegiatan materi yang dimaksud meliputi materi tentang fiqih, etika, adab bergaul, adab bertamu dan lain sebagainya, sedangkan kegiatan keterampilan meliputi kegiatan menghasilkan sebuah produk.

“Walaupun hasil program ini belum tampak secara signifikan, namun perubahan peserta didik dalam wujud etika yang baik sudah mulai terlihat. Perubahan yang paling sederhana ialah sikap apatis peserta didik yang dahulu tampak acuh tak acuh awalnya, sekarang mulai hilang. Peserta Didik Putri juga membudayakan sapa, senyum, salam terhadap bapak dan ibu guru. Sikap-sikap sederhana inilah yang kemudian menumbuhkan kedekatan antara Peserta Didik Putri dan guru. Hasil lain dari kegiatan ini ialah terasanya keterampilan Peserta Didik Putri. Setiap Peserta Didik Putri diberikan berbagai pelatihan keterampilan baru, diantaranya membuat smoothies , rujak manis, bros, kreasi hijab, ice cream, buket bunga dan lain sebagainya. Mereka sangat senang melakukan kegiatan tersebut karena mendapatkan banyak manfaatUntuk hari ini Para Peserta didik Putri diajarkan ketrampilan membuat Cupcakes,“ papar Mursidin.

Dalam kesempatan ini juga Pembina Keputrian Iswatun Hasanah menyampaikan, mungkin setiap sekolah tidak asing dengan istilah kegiatan keputrian, tetapi keputrian yang dilakukan di MAN Insan Cendekia Sambas Kalimantan Barat berbeda dengan sekolah lain, karena program ini bekerjasama dengan guru mata pelajaran prakarya untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan apresiasi terhadap hasil produk yang dihasilkan. Hasil keterampilan Peserta Didik Putri tersebut akan menjadi hasil produksi yang dipasarkan saat event sekolah. "Setiap Peserta Didik Putri akan bekerjasama untuk membuat sebuah brand sederhana dari produk yang akan dijual," kata Iswatun.

Kegiatan keputrian di MAN Insan Cendekia Sambas Kalimantan Barat terbukti berhasil memotivasi siswi untuk terus ingin tahu tentang hal-hal baru yang sebelumnya mereka tidak ketahui.

Iswatun juga mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan yang di bimbing langsung oleh Dian Puspitasari secara tidak langsung, program yang digalakkan di MAN Insan Cendekia Sambas Kalimantan Barat akan membuat Peserta didik putri merasa rugi jika tidak mengikutinya, karena selain keterampilan baru yang didapat, presensi kehadiran juga menjadi bahan pertimbangan bagi penambahan nilai mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan.

Dedi selaku Koordinator Humas menyampaikan bahwa kegiatan keputrian ini dilaksanakan sedikitnya setiap 3 kali dalam 1 semester. Kegiatan keputrian kali ini mengangkat tema “Menjadi Muslimah yang Aktif, Kratif dan Berdaya Guna”. "Mudah-mudahan kegiatan keputrian ini bermanfaat bagi peserta didik putri saat ini dan nantinya jika sudah berada ditengah tengah masyarakat,“ ujar Dedi (ded/hmsic)