Hari Minggu bagi kebanyakan orang adalah hari libur, tidak dengan Kepala KUA Kecamatan Pinoh Utara. Pada Minggu, 2 Februari 2020 Kepala KUA Kecamatan Pinoh Utara H. Nuryanto, SH.I menggagas Manasik Haji Mandiri bagi duabelas Jemaah Calon Haji asal Pinoh Utara di Tekelak. Hadir dalam acara tersebut dua belas JCH, tokoh masyarakat, tokoh agama, Kasi Haji dan Bimas Islam Kantor Kemenag Kab Melawi H. Muhamad Desi Asiska, S.Sos.I, Ustadz  Ali Muryafzo Al Hafidz sebagai narasumber dan Kepala KUA Kecamatan Pinoh Utara H. Nuryanto, SH.I.

Dalam sambutan pembuka, Haji Nuryanto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua yang hadir, terutama Kasi Haji dan Bimas Islam dan ustadz Ali Murtadzo Alhafid serta semua pihak yang telah hadir memenuhi undangannya. “Terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada kita semua. Haji dalam pandangan masyarakat adalah pertama,  figur kuat dan lebih baik amalan agamanya; kedua, tokoh yang harus jadi panutan; ketiga,  orang yang ekonominya mapan. Untuk meluruskan pandangan dan anggapan positif masyarakat itu, calon haji wajib ikut manasik haji, meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama dan aklhaq yang berimplikasi pada ibadah muamalah dan sosial yang baik juga, sehingga diharapkan dengan manasaik haji mandiri dapat menyiapkan calon jamaah yang benar-benar mandiri sebagai upaya untuk meraih haji mabrur yang diimpikan” tutur Nuryanto mantap dihadapan Jemaah Calon Haji.

Sementara itu Kasi Haji dalam sambutannya menyatakan, “Setiap Jamaah Calon Haji harus mulai dari sekarang wajib menjaga kesehatan,  memperbanyak manasik haji melalui media apa saja, taat dan patuh dengan aturan serta pembimbing dimanapun berada saat haji, sehingga pelaksanaan hajinya lancar, benar, dan selamat  serta terhindar dari hal yang tidak diinginkan,”ajak Haji Desi yang ramah dan murah senyum ini.

Senada dengan itu dalam Tausyiyahnya tentang Hikmah Haji  UST ALI MURYAFZO AL HAFIDZ menjelaskan beberapa hikmah dan keutamaan haji.Diantara keutamaan Haji itu ialah pertama, melaksanakan amalan yang terbaik berdasarkan iman; kedua, jihad di jalan Alloh; ketiga, dosa-dosanya diampuni sehingga suci dan bersih, bagaikan bayi yg baru lahir; keempat, amal ibadahnya dilipatgandakan pahalanya; kelima, doanya maqbul dan menjadi wasilah dikabulkannya doa/keinginan orang lain; keenam, tidak akan bangkrut dalam kehidupannya; ketujuh, dibanggakan sebagai tamu Alloh swt; kedelapan, duta Indonesia dalam  muktamar umat Islam Dunia; kesembilan, membangun Nasab Haji bagi keturunannya; kesepuluh, modalnya pasti Alloh Ganti; kesebelas, menjadi umat yang dibanggakan Allah pada malaikat dan makhluk lainnya; keduabelas, mengenal dan menyaksikan tempat lahirnya Islam Rohmatan lil 'alamin,” jelas Ustadz Ali mantap.