Perkuat Iman Dengan Rekoleksi

Empat puluh orang pengurus Gereja Stasi Regio Mentatai Paroki Santa Louisa Menukung berkumpul di Stasi Mawang Mentatai Kecamatan Menukung untuk mengikuti rekoleksi atau pertemuan Bina Iman dari tanggal 27 - 29 Januari 2017. Rekoleksi ini didampingi oleh Gabriel Salim, S.S., seorang Penyuluh Agama Katolik dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi.

Perayaan Ekaristi Dalam Rangka Imlek Di Melawi

Ribuan umat Katolik di Nanga Pinoh mengikuti Perayaan Ekaristi dalam rangka Imlek 2568 di Gereja Katolik Santa Perawan Maria diangkat Ke Surga Nanga Pinoh pada tanggal 28 Januari 2017. Perayaan Ekaristi ini diikuti oleh ribuan umat Katolik di Kota Nanga Pinoh dan sekitarnya dengan pakaian bercorak merah yang merupakan warna kas Imlek. Perayaan ini tidak hanya diikuti oleh warga Tionghoa tetapi juga umat Katolik dari beberapa etnis yang ada di Nanga Pinoh dan sekitarnya.

72 Penyuluh Agama Islam Non PNS Kemenag Melawi Terima SK Penugasan

Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi melaksanakan pembinaan dan penyerahan SK Penyuluh Agama Non PNS masa bhakti 2017-2019 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Selasa, 31/1/2017 yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi; H. Rohadi, S.Ag,M.Si , Kasi Haji dan Bimas Islam; M. Desi Asiska, S.Sos.I, Penyuluh Agama PNS yang juga sebagai Nara Sumber untuk Materi Teknis Pelaporan bagi Penyuluh Non PNS.

Pembinaan PNS Di Kemenag Melawi

Enam puluh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama Kabupaten Melawi yang hadir menyaksikan dan mengikuti upacara pelantikan pejabat Eselon IV/b kembali berkumpul di Aula Kantor pada hari Selasa, 27 Januari 2017 untuk mendengarkan pembinaan dan pengarahan dari Kepala Kantor Kementeriaan Agama Kabupaten Melawi, H. Rohadi Fauzi, S.Ag, M.Si.

Penyaluran KIP Untuk Madrasah Di Kemenag Melawi

Program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah salah satu program nasional yang mempunyai beberapa tujuan yaitu, pertama, meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah; kedua, meningkatkan angka keberlanjutan pendidikan; ketiga, menurunnya kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan dan antar daerah; dan keempat, meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasu

Halaman-halaman