Sistem pendidikan pesantren terletak pada muatan pendidikan dan pembelajaran keagamaan yang lebih besar, termasuk pendidikan akhlak dan budi pekerti. Keunggulan yang lebih menonjol terletak pada penerapan/pengamalan ilmu serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan pengamalan/penerapan ilmu dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari para santri lebih memungkinkan, karena mereka hidup di asrama pesantren selama masa pendidikan berlangsung.

Maka dari itu Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya melalui Seksi Pendidikan Islam melaksanakan Monitoring dan evaluasi sebelum mencairkan bantuan rehab di dua Pondok Pesantren, Rabu(8/8) jam sepuluh pagi.

Pondok Pesantren pertama yang dikunjungi yaitu Pondok Pesantren Khulafaurrasyidin yang terletak di Jalan A. Yani Sungai Raya dengan ketua Yayasan H. Ramlan, S.Pd.I. Pondok Pesantren kedua yaitu Pondok Pesantren Tri Bhakti Al-Mas’udiyah Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya yang dipimpin Ustad Ali Ridho. Dalam kunjugan ini Kepala Kantor Drs. H. Ja’far A didampingi dua orang staf Seksi Pendis Pak Amirruddin dan Bu Indah Waluyaningrum.  

Baik ketua yayasan maupun pengasuh Ponpes menyambut kedatangan rombongan ini dengan gembira. Mereka menyatakan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kunjungan ini.

Dalam penyampaiannya Bu Indah mengatakan Monitoring dan evaluasi (Monev) Pondok Pesantren adalah kegiatan rutin setiap tahun untuk pembinaan terhadap Lembaga Pendidikan islam termasuk Ponpes. Dengan monev ini kita melihat langsung perkembangan baik sarana maupun prasarana beserta ustad dan santri yang di update melalui EMIS.

Tujuan khusus program rehab ponpes melalui verifikasi proposal bantuan tahun anggaran 2018 ini membawa berkah untuk kita semua, ungkapnya.

Ja’far mengungkapkan kita memiliki keterbatasan walaupun ponpes terbanyak itu di kabupaten kubu raya. Pemberian bantuan harus berasaskan kebutuhan dan manfaat, jelasnya. (Bond/KKR)    

Berita: