Sungai Ambawang - Kepala Kantor Drs. H. Ja’far A didampingi Kasi Pendis H. Agus Safwan dan rombongan seksi pendis monitoring sekaligus pembinaan dua Pondok Pesantren (Pontren) yaitu Pontren Al-Aziz di dusun Parit Timur dan Pontren Abdussalam di dusun Parit Surabaya yang terdapat di desa Pasak Kecamatan Sungai Ambawang, rabu(22/11).

Rombongan berangkat mengunakan speedboat jam delapan pagi menuju lokasi pertama yaitu Pontren Al-Aziz yang diterima oleh pengasuh Ustad Effendi, S.Ag dengan penuh kehangatan. Ja’far mengatakan Pontren tumbuh kembangnya selama ini melalui proses alamiah dikarenakan Pontren belum mempunyai lembaga yang mengakreditasi dan tidak mempunyai pengawas, serta tumbuh berkembangnya Pontren tergantung kepada para Pengasuh dan ustadznya sebagai pengelola.

''Kita semua pun tentu berharap kedepannya Pontren menjadi lembaga pendidikan yang berwawasan, lingkungan yang nyaman, bersih, indah, sejuk dan sehat,'' ujarnya.

Setelah itu rombongan berangkat lagi monitoring ke Pontren Abdussalam yang disambut hangat oleh Pimpinan Pondok KH. Hifni Hamiluddin.  

KH. Hifni Hamiluddin mengatakan, monitoring dan pembinaan ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan Pontren agar masa depan Pontren terus berkembang dan mencetak para santri yang berkualitas.

Dihadapan para santriwati, Ja’far A berpesan untuk selalu belajar dan mengapai ilmu setinggi-tingginya agar dapat menjadi wanita sholeh seperti Siti KhadijahAisyah dan Fatimah. Beliau juga berdoa agar mendapat jodoh yang baik dari Allah SWT yang dijawab Amin oleh para santriwati.

Kepada para santri beliau meminta agar selalu meneladani akhlak mulia dan agung Nabi Besar Muhammad SAW.

Kunjungan terakhir perjalanan ini yaitu verifikasi izin operasional Madrasah Diniyah (Madin) Darul Hasan terletak di dusun Buntar Timur Desa Pasak Kecamatan Sungai Ambawang. Pimpinan Madin Ustad Abdurrahman menerima rombongan ini dengan gembira dan mengantarkan rombongan untuk melihat fasilitas serta proses belajar siswa/i. Ja’far A dihadapan para siswa/i mengatakan bahwa beliau dulu pernah seperti anak-anak ini belajar di madin.

“Kita sudah disini dan melihat semua yang ada di Madin ini, maka dari itu izin akan segera dikeluarkan minggu depan tapi melalui prosedur yang benar dan sesuai aturan”, katanya tegas.  (Bond/KKR)

Berita: