Bak peribahasa, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Selain mengunjungi Bazar Ramadhan di halaman depan Radio Valare Group yang beralamat di Jalan Sumatera Nomor 28 Pontianak, kedatangan Pelaksana Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Sumiati pada Rabu (14/6/2017) mendapat sambutan hangat dari GM alias pimpinan Volare Network Hj Ade Pratiwi. Sambutan hangat juga datang dari penyiar Radio Kenari, Bang Leo dan Ce’ Yati.

Setelah puas berbelanja dan mendapatkan harga khusus dari “Ibu Bos” Volare Network, Hj Ade Pratiwi, kemudian Sumiati yang didampingi Eka Susanti, diajak masuk ke ruang siaran Radio Kenari. Tujuannya tidak lain adalah diajak siaran alias menjadi bintang tamu dadakan di acara Serba Serbi Kenari (Serabi). Jadilah pertemuan tersebut ajang nostalgia dan temu kangen bersama penyiar dan monitor/pendengar Radio Kenari 101 FM.

Acara Serabi yang dipandu langsung oleh penyiar senior Bang Leo, mengudara sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah membuka acara dan menyapa pendengar, Bang Leo didampingi Ce’ Yati dengan senyum sumringah memperkenalkan Sumiati sebagai Bintang Tamu di acara Serabi. Dengan candaan khasnya, Bang Leo mengatakan, siang ini Serabi kedatangan tamu spesial, wajah baru tapi stok lama, candanya.

Candaan tersebut tidak mengherankan. Karena sekitar 14 tahun yang lalu, sebelum menjadi PNS di lingkungan Kemenag, Sumiati yang lebih dikenal dengan nama bekennya “Ce’ Sumi” pernah menjadi penyiar di Radio Kenari 101 FM Pontianak. Adapun program acara yang pernah diasuhnya adalah Ruang Wanita Kenari dan acara Serabi.

Sumiati alias Ce’ Sumi menjadi penyiar di Radio Kenari Pontianak sekitar tiga tahun lebih. Bahkan sewaktu Radio Kenari masih beralamat di Jalan Pak Kasih (Depan Pelabuhan) Pontianak. Tahun 2003, Sumiati mengikuti suami pindah tugas ke Kabupaten Landak. Oleh pihak Volare Group kemudian direkomendasikan untuk siaran di Radio Gema Swara Ngabang.

“Dulu hampir setiap hari cuap-cuap sambil senyum di ruang siaran sendirian. Kadang pernah siaran dari pukul 09.00 - 15.00 WIB, karena menggantikan penyiar lain yang berhalangan hadir. Walaupun suasana hati lagi sedih, tapi kalau sudah masuk ruang siaran dan on air (mengudara), semua persoalan jadi terlupakan,” kenang Ce’ Sumi dengan gembira.

Kenangan tersebut diiyakan oleh kedua penyiar kenari, yakni Bang Leo dan Ce’ Yati. Kemudian Ce’ Sumi mengatakan, Senyum ketika siaran itu penting. Karena salah satu tugas penyiar radio itu selain menyampaikan informasi juga harus bisa menghibur pendengar. Teorinya adalah meskipun pendengar tidak melihat penyiarnya sedang tersenyum, tapi pendengar bisa merasakan kehangatan dan keramahan dari suara penyiarnya.*(Sumi/Ptk).

Berita: