Selasa (26/9/2017) merupakan bagian dari promosi jabatan dan juga merupakan sebuah penghargaan prestasi, integritas, loyalitas dan profesionalisme atas pekerjaan diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau H.Darohman,S.Ag.M.SI saaat melantik pejabat Eselon IV.a dan Kepala Madrasah di aula Kantor. Adapun Pejabat yang dilantik diantaranya Yohanes kusnadi, SS sebagai Kasi Bimas Katolik, Drs. M. Mushlih sebagai kepala MAN Sekadau Hilir dan Dra. Hj. Siti Fatmah sebagai Kepala MTsN Sekadau Hilir serta Samsul Mu’arif, S. Ag sebagai Kepala MTsN Sekadau Hulu

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau dalam sambutannya mengatakan sesungguhnya alih tugas dan promosi di sebuah kementerian dan atau instansi pemerintah lainnya adalah hal biasa, lumrah dan merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka dinamisasi manajemen. Berdasarkan PP No. 100 tahun 2000 tentang pengangkatan PNS dalam jabatan struktural dinyatakan bahwa persyaratan seseorang untuk diangkat dalam jabatan struktural

Semua pegawai negeri sipil pada dasarnya dapat diangkat dalam jabatan struktural maupun jabatan kepala madarasah tentu saja apabila memenuhi syarat-syarat di atas tadi. Karena setiap pegawai negeri maupun pejabat selalu dipantau dan dinilai oleh atasannya baik secara langsung maupun tidak langsung. "Sumber pemantauan dan penilaian oleh atasan diperolehi dari informasi mitra kerja serta masyarakat yang dilayani dan profesionalisme dalam menyelesaikan tanggungjawab tupoksinya,” ucapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Darohman diharapkan setiap pegawai negeri maupun pejabat sebisa mungkin melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebaik-baiknya. Menteri agama telah mencanangkan lima budaya kerja kementrian agama yaitu ; integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab dan keteladanan. Kelima hal tersebut diharapkan menjadi pedoman setiap aparatur kementerian agama, sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya, berkinerja tinggi, serta terhindar dari segala bentuk pelanggaran dan penyimpangan.

Harapan tersebut merupakan sebuah keniscayaan, mengingat kelima budaya kerja tersbut pada hakikatnya merupakan nilai yang sudah hidup dalam setiap ajaran agama, namun realitanya tidak jarang terkontaminasi oleh hawa nafsu internal dan godaan-godaan eksternal. Oleh karenanya Kepala Kantor mengharapkan kepada Pejabat yang baru di lantik untuk membersihkan, memperkuat kembali nilai yang sudah hidup, kita perlu melakukan reformasi moral, yaitu membuang moralitas buruk dan meghadirkan kembali moralitas baik serta diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari,”ungkapnya.

Dan berikutnya melalui reformasi moral inilah kita dapat melakukan reformasi mental sebagaimana telah digariskan oleh presiden RI Joko Widodo. "Maka dalam mencapai hal tersebut saya meninginkan agar kelima budaya kerja kementerian agama dapat terinternalisasi pada seluruh pegawai Kementerian Agama Kabupaten Sekadau,” harapnya. (Andre)