Senin (22/5/2017) Pelepasan siswa-siswi kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sekadau Hilir dengan tema semiga menjadi insan yang berguna bagi agama, bangsa dan negara. Acara yang di mulai pukul 08.00 WIB diawali dengan penampilan Drumband MIN di halaman sekolah. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-quran oleh siswa kelas IV. 

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau H.Darohman,S.Ag.M.SI, Ketua Komite, Kepala Madrasah, dewan guru beserta siswa-siswi nya. Tampil sebagai pembawa acara, kord Indonesia Raya, acara hiburan hingga pembacaan doa di pimpin siswa kelas IV.

Menurut muhlisin selaku pengajar di MIN Sekadau menyatakan keterlibatan siswa kelas IV tak lebih untuk menunjukan kepada orang tua siswa bahwa putra-putri mereka memiliki kemampuan setelah tamat dari MIN. Selain itu sebagai kenang-kenangan penampilan terakhir siswa di sekolah.

Kepala MIN Hj.Syamsiar S.Pd.I mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak dewan guru, komite sekolah dan seluruh siswa dalam mendukung terlaksananya kegiatan hari itu. Tahun ini MIN akan membuka penerimaan siswa baru sebanyak 2 kelas, mengingat sarana prasarana sekolah yang masih terbatas. Kepada orang tua Syamsiar mohon maaf jika selama anak-anak belajar di MIN sering di minta setoran. "Setoran dalam artian setoran hapalan ayat-ayat Alquran," terangnya.

Selanjutnya Kepala Kemenag Sekadau H.Darohman,S.Ag.M.SI menuturkan maknai bahwa perpisahan hanya berpisah pendidikan di tingkat dasar, tapi berikutnya tanggung jawab moral, hubungan emosional tanggung jawab tetap ada. Nantinya di jenjang pendidikan berikutnya jaga nama baik madrasah. Karena ada perbedaan sekolah dengan madrasah terutama dibidang pendidikan agamanya. 

Dihadapan orang tua murid Ia berharap siswa bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah. "Semoga anak-anak kita bisa menjadi anak yang sholeh berbakti kepada orang tua berguna bagi nusa dan bangsa," ucapnya.

Perlu kesadaran orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, jangan mampu membeli gelang emas, motor dan lain sebagainya tapi tidak mau melanjutkan pendidikan anaknya. Pilihan memasukan anak ke madrasah tidak salah, yang penting nilai-nilai agama tetap terjaga. Terima kasih kepada Kepala Madrasah, dewan guru yang telah membimbing, mengajar dengan ikhlas dan tanggung jawab, mudah-mudahan amal sholeh bapak ibu guru diterima Allah Subhana Wata'ala. Amiin.(Humas-KemenagSKD)