SINGKAWANG. Perpisan dan pelepasan siswa semester akhir (kelas IX) merupakan agenda rutin Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Singkawang yang diselenggarakan setiap tahun setelah semua proses pembelajaran selesai atau setelah mengikuti serangkaian kegiatan ujian akhir, mulai dari UAMBN-BK/KP, USBN dan UN-BK/KP tingkat SMP/MTs. Adapun kegiatan pelepasan siswa/i MTsN Singkawang tahun pelajaran 2017/2018 ini diselenggarakan Selasa (8/5) di halaman Madrasah.

Selain orang tua siswa/i kelas IX, kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Drs. H. Nahruji, M.Si beserta Kasubbag TU dan Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI, Ketua PGRI Kota Singkawang, Kapolsek Singkawang Utara beserta Jajarannya, Lurah Sungai Garam Hilir, Kepala MAN Model Singkawang, Kepala MIN Sedau, Kepala MTs Se-Kota Singkawang serta para undangan lainnya.

Kepala MTsN Singkawang Ajat Sudrajat, S.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga sebagai prosesi melepas siswa/i kelas IX tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 111 orang siswa/i yang telah menyelesaikan masa belajarnya di MTsN Singkawang. Mereka nantinya akan dikembalikan kepada orang tua masing-masing setelah 3 tahun menimba ilmu di MTsN Singkawang. “Tiga tahun yang lalu, bapak ibu mengantarkan putra/i nya kepada kami untuk dididik dan dibina agar tumbuh menjadi siswa/i beriman, berilmu dan beramal sholeh, maka pada hari ini kami kembalikan kepada bapak ibu sekalian.” ujarnya.

“Kami telah berupaya dengan segala usaha, daya dan kemampuan yang kami miliki semaksimal mungkin untuk bagaimana mengantarkan anak-anak bapak ibu menjadi anak-anak yang berhasil, cerdas, ikhlas dan bekerja keras untuk meraih cita-citanya dimasa yang akan datang,” ungkapnya. Meskipun demikian Ajat tetap menyampaikan ucapan maaf apabila tidak bisa memuaskan apa yang menjadi harapan para orang tua wali murid.

Kepada para siswa/i yang akan meninggalkan madrasah, Ajat berpesan agar menerapkan ilmu yang didapat dengan berilmu amaliah dan beramal ilmiah. “Berilmu amaliah artinya bahwa ilmu yang telah didapatkan dimadrasah ini bisa diamalkan dalam realita kehidupan keseharian dan setiap amal yang dilaksanakan harus dilandasi dengan ilmu pengetahuan.  Amal tanpa ilmu maka itu menjadi suatu perbuatan yang sia-sia. Ilmu tanpa amal ibarat pohon yang rindang tapi tidak menghasilkan buah,” pesannya

Suasana haru mengiringi prosesi pelepasan siswa/i kelas IX ini dengan beberapa rangkaian kegiatan yang disusun, terlebih lagi pada saat salaman antara siswa yang didampingi oleh para orang tuanya dengan dewan guru MTsN Singkawang. Semoga seluruh siswa yang dilepas dapat meraih hasil yang memuaskan dan dapat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi dan bisa mencapai apa yang dicita-citakan.(Jk/Skw)