Tanpa terasa waktu berjalan cepat dan ada dua momentum bulan ini yaitu Peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Raya Qurban, katanya memulai pembinaan apel pagi.

Apel pagi ini tampil sebagai Pembina Kepala Kantor Drs. H. Ja’far A dan komandan Brian Penyuluh Agama Katolik, senin(13/8).

Kita merayakan 73 Tahun HUT dan ini menandakan cukup sepuh umur negeri kita. Maka dari itu kita wajib untuk mempersatukan dan mendamaikan dengan penuh semangat, ujarnya memotivasi.

Pada HUT RI ini saya minta lingkungan kita bersih dan asri. Karena dari Sabang sampai Merauke mempercantik diri lingkungan.

Khusus grup Whatsapp saya minta untuk tidak share atau memposting masalah-masalah politik. Itu buka urusan kita. Siapapun yang terpilih itulah yang terbaik.

Datang tepat waktu, kerja sesuai tupoksi. Layani masyarakat dengan maksimal dan sesuai prosedur. Jangan mempersulit, tegasnya.

Berikan informasi yang jelas jangan bertele-tele. Lebih baik jika yang memberi informasi itu pejabat langsung agar informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan.

Negara kita adalah negeri kesepakatan, kita satu bangsa satu negara. Mengutip pernyataan Bunga Karno “Kalau jadi hindu jangan jadi orang India, kalau jadi orang islam jangan jadi orang Arab, kalau kristen jangan jadi orang yahudi, tetaplah jadi orang nusantara dengan adat-budaya nusantara yang kaya raya ini”.  

Jaga kebersamaan, syukuri yang kita dapatkan tunjukkan semangat kita, ujarnya.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kita dan wajib kita pertahankan. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua, tutupnya.

Apel ini diakhiri dengan doa. (Bond/KKR)   

Berita: