SINGKAWANG. Dalam upaya mensertifikasi tanah wakaf yang telah diwakafkan oleh masyarakat, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Drs. H. Muhlis, M.Pd mengadakan pembinaan dan penyuluhan Wakaf se-Kota Singkawang pada selasa (10/10) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang.

Hadir pada kegiatan ini sekitar 20 orang peserta yang terdiri dari unsur KUA, Nadzir (pengelola wakaf), dan Wakif (pihak yang mewakafkan hartanya) utusan dari setiap kecamatan yang ada di Kota Singkawang.

Pada kesempatan itu, Muhlis menjelaskan bahwa tanah wakaf dan aset-aset keagamaan sangat penting untuk disertifikasi mengingat banyaknya kasus penggugatan ahli waris atas harta orang tua yang sudah diwakafkan. Selanjutnya ia juga menjelaskan tentang tugas dan wewenang Nadzir dalam mengelola tanah wakaf diantaranya Nadzir boleh mengembangkan harta benda wakaf harus sesuai dengan tujuan, fungsi dan peruntukaanya yang dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah dan perundang-undangan serta Nadzir dilarang untuk melakukan perubahan peruntukan harta benda wakaf kecuali atas dasar izin tertulis dari Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Pada kesempatan yang sama, Muhlis juga menjelaskan tentang administrasi dan proses pengurusan sertifikasi tanah wakaf dengan harapan semua harta benda wakaf di Kota Singkawang dapat tersertifikasi mengingat masih banyaknya harta benda wakaf yang masih dikekola secara swadaya oleh masyarat yang belum disertifikasi.

Dengan adanya sertifikasi harta benda wakaf, maka tanah wakaf dan aset keagamaan lain akan terlindungi sehingga tidak akan hilang dan dijual serta digugat oleh ahli waris dimasa mendatang dan dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat.(Jk/hms)

Berita: