Sebanyak 30 Peserta mengikuti Pembinaan Guru Agama Katolik yang di gelar oleh Kementerian Agama Kabupaten Sekadau melalui Seksi Bimas Katolik, Rabu (24/5/2018) bertempat di Hotel Vinca Borneo. Dengan Narasumber pada Kegiatan H. Darohman, S.Ag., M.Si Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau dan  P. Petrus Sumardi, PR.

Kasi Bimas Katolik Kemenag Sekadau Yohanes Kusnadi.S.S mengatakan pembinaan Rohani sangat menunjang pelaksanaan tugas Guru Agama Katolik di sekolah masing-masing. Kehidupan rohani yang sehat menjadikan Guru Agama Katolik melayani tanpa pamrih, rela berkorban dan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama Pastor Paroki sebagai mitra utama, demi peningkatan kualitas diri dan pembaharuan dalam pelayanan serta pewartaannya secara berkesinambungan.

Menjadi seorang Guru Agama Katolik, lanjut Yohanes merupakan hadiah dari Allah. Guru Agama Katolik dipanggil untuk memuji, menghormati dan mengabdi, karena ia merupakan seorang awam yang terlibat untuk ambil bagian dalam tugas kenabian Yesus Kristus yang hidup di tengah masyarakat dan terlibat dalam dinamika kehidupan masyarakat tempat di mana ia bertugas.

Guru Agama Katolik memiliki visi mewartakan kabar gembira  dan menyampaikan ajaran Katolik yang berpusat pada pribadi Yesus Kristus, khususnya di sekolah. "Tujuannya agar warta keselamatan ilahi dapat dipahami dan dihayati oleh anak demi pengembangan imannya,” ungkapnya.

Profesi sebagai suatu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sebagai upah kerjanya. Menjadi Guru Agama Katolik sebagai suatu profesi menuntut adanya sikap profesional, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan kemampuan menghadapi situasi tantangan zaman. Pada Kesempatan itu juga di serahkan bantuan uang senilai 10 juta rupiah kepada Kelompok Kerja Guru Agama Katolik (PGAKat) Santo Fransiskus Asisi Nanga Mahap. (Andre)

Berita: