MEMPAWAH_Bertempat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Selasa pagi pukul 7.15 WIB, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si menyempatkan waktu untuk melakukan pembinaan serta pencerahan terhadap 50 orang pegawai yang hadir, mulai dari para pejabat eselon IV, para pengawas madrasah/sekolah, para kepala madrasah, dan seluruh staf yang ada di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Mempawah.

Turut hadir mendampingi Ka. Kanwil adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah Dra. Hj. Isriyah dan Kepala Subbag Tata Usaha Kamaludin, yang sebelumnya sempat berbincang bersama-sama sekaligus silaturrahmi di ruangan kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah.

Pada kesempatan apel pagi ini H. Syarul Yadi bertindak selaku Pembina, sekaligus memberikan pengarahan kepada para pegawai, dengan waktu yang tidak lama hanya kurang lebih 15 menit ia menyampaikan pengarahan dengan mudah dipahami oleh para peserta apel pagi.

Dalam pengarahannya H. Syahrul Yadi berharap agar aparat Kementerian Agama harus siap dan sigap dalam mencermati persoalan yang terjadi di masyarakat, selalu mengantipasi permasalahan dan persoalan yang terjadi di masyarakat dengan mengambil langkah-langkah  bijak untuk mengatasi setiap persoalan yang terjadi.

“Aparatur Kementerian Aagama harus memiliki mata setajam mata burung rajawali, seperti burung garuda, menatap jauh ke depan, karena kita telah memiliki visioner, dimana hari ini dan besok bisa saja berbeda, kita harus mengikuti perkembangan yang ada. Kita punya telinga harus peka sebagaimana pekanya tower telkomsel, sehingga telinga kita bisa mendunia, bisa mengamati lingkungan, dalam arti bisa mengamati perkembangan dengan cepat, tepat, dan bisa segera mengatasi permasalahan”

“Kita punya kaki harus setegap karang yang ada dilautan, walaupun dihempas oleh gelombang atau badai yang kuat, tetapi tetap selalu kokoh dan kuat, tidak mudah terombang ambing oleh kekuatan sekitar yang ada, sehingga aparatur Kementerian Agama harus memiliki kesabaran dan ketangguhan yang kuat. Kita harus punya tangan sehalus tangan seniman, dalam arti kita harus mempunyai akhlak dan moral yang tinggi, kita juga harus punya hati selembut salju, artinya kita harus mempunyai sifat yang semuanya gampang, seperti gampang meminta maaf dan gampang memaafkan”

“Selain itu, kita harus bisa bekerja dengan H2O yaitu hati, otak dan otot, ketiga unsur tersebut harus digabungkan dengan sebaik mungkin, sehingga keseimbangan antara hati, otak dan otot tersebut menjadi sejalan dan selaras”, ungkap orang nomor satu di jajaran Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat ini, dalam suasana yang penuh ramah dan akrab tersebut.

Ka. Kanwil juga memaparkan bahwa negara Indonesia pada saat ini menghadapi tantangan yang luar bisa, menurutnya saat ini bangsa Indonesai menghadapi berbagai ancaman seperti ada radikalisme, ISIS. Ketika terjadi permasalahan maka yang dicari adalah Kementerian Agama. Ia juga mengingatkan saat ini banyak organisai-organisasi tran Nasional, dimana sebagian besar dapat mengancam bangsa Indonesia di tengah permasalahan yang cukup kompleks saat ini.

Terhadap permasalahan tersebut H. Syahrul Yadi berharap pegawai Kementerian Agama harus berada di barisan yang paling depan, tanggap, responsip dan harus bisa mengakomodir, turut serta dalam menanggulangi, sehingga tidak terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan yang bisa berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Semakin ke depan Kementerian Agama semakin besar tantangannya, tetapi kita tidak boleh mundur!!, jadilah kita orang yang kuat, hebat, sebagaimana kuat dan hebatnya karang yang ada dilautan, namun kita tetap memiliki hati selembut salju, tangan sehalus tangan seniman, mata setajam mata burung rajawali, dan telinga sepeka tower telkomsel”, tegas Ka. Kanwil dengan penuh semangat.

Usai acara apel pagi, seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Mempawah satu persatu mendatangi Kepala Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Barat H. Syahrul Yadi untuk bersalaman sekaligus bersilaturahmi, dimana masih dalam momen idul fitri. (Rudi_Mpw).

Berita: