BENGKAYANG_Senin (10/7) salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi para guru adalah melalui pendidikan dan pelatihan (diklat). Diklat merupakan bentuk intervensi lembaga agar para pegawainya memiliki kompetensi standar sehingga mampu untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Untuk itulah Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Jakarta menyelenggarakan Diklat Teknis Subtantif Penerapan Kurikulum 2013 Revisi Bagi Guru Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 10 Juli s/d 14 Juli 2017.

Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang H. Mi’rad, S.Ag membuka secara resmi kegiatan Diklat Ditempat Kerja (DDTK) Diklat Teknis Subtantif Penerapan Kurikulum 2013 Revisi Bagi Guru Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah di wilayah Kabupaten Bengkayang. Namun sebelum itu diawali dengan seremoni pembukaan kegiatan DDTK.

Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua panitia dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Jakarta, Drs. H. Imanudin. Pada sambutannya Imanudin mengatakan tujuan dari teknis substantif ini agar dapat meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik madrasah, meningkatkan kompetensi dan profesional guru beserta secara universalnya untuk meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan implementasi K13.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang H. Mi’rad, S.Ag. diawal sambutannya sebelum membuka kegiatan H. Mi’rad mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1438 H kepada para guru madrasah yang menjadi peserta pada DDTK ini. Beliau juga menyampaikan rasa sukacita karena Bapak-bapak  dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Jakarta berseda hadir di kota Bengkayang untuk membagikan ilmu dan pengalamannya, yang mana secara geografis Kabupaten Bengkayang adalah salah satu kota diujung negeri yang berbatasan langsung dengan negara jiran Malaysia.

“Pendidikan dan pelatihan seperti ini penting sekali untuk meningkatkan kualitas para guru, khususnya didaerah, agar kualitas para guru di daerah dan di pusat tidak kalah saing. Ikutilah kegiatan DDTK ini dengan sungguh-sungguh, agar diklat ini tidak berlalu dengan sia-sia, ilmu yang didapatkan dari Diklat ini kalau bisa ditularkan pada sesama rekan guru lainnya yang belum bisa ikut kegiatan Diklat ini.” Tutur H. Mi’rad.  

Peserta Diklat Teknis Subtantif Penerapan Kurikulum 2013 Revisi Bagi Guru Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah ini berjumlah 40 orang yang terdiri dari guru tingkat MTs dan MA di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang.

Adapun yang menjadi Widyaiswara pada kegiatan DDTK ini yaitu Drs. Asip, M.Ed dan Drs. Atwa Suhatman, M.M, dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung 5 hari ini, selama diklat berlangsung akan diadakan evaluasi penilaian terhadap widyaiswara yang akan dilakukan oleh peserta diklat dan semoga tujuan dan sasaran diklat ini berhasil dan mencapat target yang diinginkan. (Akhzari)

Berita: