SAMALANTAN_Kamis (16/11) Hujan deras beberapa saat yang berlangsung menjelang pembukaan MTQ ke VI di Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang membuat pantia cukup kewalahan, sebab acara yang sedianya mulai pada pukul 19.30 WIB menjadi ditunda hingga keadaan memungkinkan untuk dimulainya acara. Setelah dinanti ternyata hujan tak kunjung usai, setelah beberapa saat akhirnya hujan berubah menjadi gerimis hingga panitia memutuskan untuk segera memulai acara sebelum semakin larut malam.

Ditengah hujan gerimis, bertempat di lokasi mimbar utama pembukaan segera dimulai. Sebelum acara dimulai terlebih dahulu pelaksanaan parade devile dari tiap Kecamatan, yang berjalan dari Masjid Al Fatwa Samalantan menuju mimbar utama, dan kemudian langsung menempati tenda yang telah disediakan oleh panitia.

Setelah semua peserta parade menempati tenda, dilanjutkan dengan penampilan Tari Kolosal, yang menampilkan tarian adat melayu, yang menggunakan aksesoris Rebana, Bunga Manggar dan Bunga Telur khas ranah Melayu, begitu juga dengan pakaian para penari menggunakan baju adat Melayu. Tarian kolosal ini memukau para penonton yang sangat antusias, tak perduli tanah becek dan hujan gerimis. Para penari mendapatkan aplaus yang sangat meriah dari para hadirin.

Pembukaan MTQ ke VI Tingkat Kabupaten Bengkayang ini dihadiri oleh Unsur Forkopimda Bengkayang, Ketua LPTQ Kab. Bengkayang, Camat Se- Bengkayang, Para Kepala KUA Se-Bengkayang, Pimpinan ormas, Alim ulama, tokoh agama, Dewan hakim,  seluruh kafilah MTQ beserta official dan masyarakat samalantan pada umumnya. Kasubbag TU Kemenag Bengkayang H. Damsir, S. Ag juga hadir mendampingi Kepala kantor Kementerian Agama kabupaten Bengkayang.

Rangkaian acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi, yang dibacakan oleh salah seorang Dewan Hakim MTQ yakni Sapoead, S.Ag. Berlanjut ke mata acara berikutnya yaitu laporan ketua panitia yang juga merupakan Camat Samalantan Dody Waluyo. Menurut Dody tema yang diangkat pada MTQ ke VI tingkat kabupaten kali ini adalah “Melalui MTQ mari jadikan Al Qur’an sebagai landasan spritual untuk membangun kehidupan yang bermakna dalam rangka mewujudkan masyarakat yang religius, maju sejatera dan berdaya saing”.

Adapun tujuannya adalah untuk mensyiarkan Al Qur’an dan mengembangkan bakat membaca Al Qur’an. Pada MTQ tingkat kabupaten kali ini ada beberapa cabang yang di-musabaqoh-kan diantaranya Tilawah Al Qur’an untuk kategori anak, remaja, dan dewasa. Tartil Qur’an dan penulisan naskah Qur’an. Ada 17 Kecamatan se-Kabupaten Bengkayang yang ikut berpartisipasi dengan jumlah peserta 131 orang. Pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten ini akan berlangsung hingga tanggal 18 November 2017.

Beranjak ke mata acara selanjutnya yaitu sambutan dari Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang H. Sy. Machmud, SH. Dalam sambutannya Kepala kantor Kemenag Bengkayang yang belum lama dilantik ini menyampaikan bahwa MTQ merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. MTQ tingkat Kabupaten ini adalah upaya untuk menjaring Qori’ Qori’ah terbaik dan berbagai macam bakat baca tulis Al Qur’an lainnya yang terbaik di Kabupaten Bengkayang. Dalam kesempatan ini H. Sy. Machmud juga mengajak agar masyarakat Bengkayang senantiasa menumbuhkan kecintaan kita kepada Al Qur’an selalu menghidupkan perasaan cinta kepada nilai-nilai dan hikmah yang terkandung di dalam Al Qur’an. Kita wujudkan melalui semboyan “Tiada Hari Tanpa Membaca Al Qur’an”. 

Berikutnya adalah sambutan dari Bupati Bengkayang yang dalam hal ini diwakili oleh Pj. Sekda Kabupaten Bengkayang Obaja, MM yang membacakan sambutan dari Bupati Bengkayang. Dalam sambutannya Bupati Bengkayang mengajak kepada seluruh peserta untuk memberikan penampilan yang terbaik dan ukir prestasi terbaik pada MTQ tingkat Kabupaten Bengkayang ini. Yang mana nantinya yang menjadi juara akan mewakili Kabupaten Bengkayang dalam MTQ tingkat Provinsi.

Setelah menyampaikan sambutan Bupati Bengkayang, Pj. Sekda Obaja, MM juga mewakili Bupati dalam membuka kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Bengkayang ke VI secara simbolis memukul Gong sebanyak 7 kali yang diiringi oleh Forkopimda, LPTQ dan Kepala kantor Kementerian Agama.

Usai pemukulan Gong, tiba pancaran kembang api meledak-ledak beberapa kali diudara tanda MTQ ke VI tingkat Kabupaten Bengkayang siap dimulai, disambut tepuk  tangan yang meriah dari para hadirin. Setelah kembang api selesai, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars MTQ yang dinyanyikan secara koor oleh Ibu-Ibu Permata setempat. (Akhzari/bky)

Berita: