Sintang,Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), baik sebagai substansi materi ajar maupun piranti penyelenggaraan pembelajaran, terus berkembang. Dinamika ini menuntut guru selalu meningkatkan dan menyesuaikan kompetensinya agar mampu mengembangkan dan menyajikan materi pelajaran yang aktual dengan menggunakan berbagai pendekatan, metoda, dan teknologi pembelajaran terkini.

Hanya dengan cara itu guru mampu menyelenggarakan pembelajaran yang berhasil mengantarkan peserta didik memasuki dunia kehidupan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan pada zamannya. Sebaliknya, ketidakmauan dan ketidakmampuan guru menyesuaikan wawasan dan kompetensi dengan tuntutan perkembangan lingkungan profesinya justru akan menjadi salah satu faktor penghambat ketercapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran.

Hingga kini, baik dalam fakta maupun persepsi, masih banyak kalangan yang meragukan kompetensi guru baik dalam bidang studi yang diajarkan maupun bidang lain yang mendukung terutama bidang didaktik dan metodik pembelajaran. Keraguan ini cukup beralasan karena didukung oleh hasil uji kompetensi yang menunjukkan masih banyak guru yang belum mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Uji kompetensi ini juga menunjukkan bahwa masih banyak guru yang tidak menguasai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Uji-coba studi video terhadap sejumlah guru di beberapa lokasi sampel melengkapi bukti keraguan itu. Kesimpulan lain yang cukup mengejutkan dari studi tersebut di antaranya adalah bahwa pembelajaran di kelas lebih didominasi oleh ceramah satu arah dari guru dan sangat jarang terjadi tanya jawab. Ini mencerminkan betapa masih banyak guru yang tidak berusaha meningkatkan dan memutakhirkan profesionalismenya.

Reformasi pendidikan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menuntut reformasi guru untuk memiliki tingkat kompetensi yang lebih tinggi, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, maupun sosial.

Akibat dari masih banyaknya guru yang tidak menguasai kompetensi yang dipersyaratkan ditambah dengan kurangnya kemampuan untuk menggunakan TIK membawa dampak pada siswa paling tidak dalam dua hal :

Pertama, siswa hanya terbekali dengan kompetensi yang sudah usang. Akibatnya, produk sistem pendidikan dan pembelajaran tidak siap terjun ke dunia kehidupan nyata yang terus berubah.

Kedua, pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru juga kurang kondusif bagi tercapainya tujuan secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan karena tidak didukung oleh penggunaan teknologi pembelajaran yang modern dan handal. Hal itu didasarkan pada kenyataan bahwa substansi materi pelajaran yang harus dipelajari oleh anak didik terus berkembang baik volume maupun kompleksitasnya.

Sebagaimana ditekankan dalam prinsip percepatan belajar (accelerated learning), kecenderungan materi yang harus dipelajari anak didik yang semakin hari semakin bertambah jumlah, jenis, dan tingkat kesulitannya, menuntut dukungan strategi dan teknologi pembelajaran yang secara terus-menerus disesuaikan pula agar pembelajaran dapat dituntaskan dalam interval waktu yang sama. 

Sejatinya, guru adalah bagian integral dari subsistem organisasi pendidikan secara menyeluruh. Agar sebuah organisasi pendidikan mampu menghadapi perubahan dan ketidakpastian yang menjadi ciri kehidupan modern, perlu mengembangkan Sekolah sebagai sebuah organisasi pembelajar. Di antara karakter utama organisasi pembelajar adalah mencermati perubahan internal dan eksternal yang diikuti dengan upaya penyesuaian diri dalam rangka mempertahankan eksistensinya.

Dengan dasartersebut diatas Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, pada Hari Selasa tanggal 18 September 2018 bertempat di Bagoes Grand House  Jalan Dharma Putra Sintang,  melaksanakan kegiatan Pembinaan Guru Pembinaan Guru dan Pengawas PAI melalui Pendampingan Emis PAI.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad, S. Ag yang didampingi oleh Kepala sub. Bagian tata Usaha H. Syamsul Bahri, S. IP, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam H. Anang Nurkhalis dan Kasi – kasi yang lain termasuk Penyelenggara  dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, juga hadir Kepala Bidang PAKIS Kantor Wilayah Kwementerian Agama Provinsi kalimantan barat H. Wildan, S. HI bersama Bapak Syaiful Barri, M. Pd.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang ini diikuti sebanyak  40 Orang Peserta yang terdiri dari guru-guru Pendidikan Agama Islam SD, SMP, SMA dan SMK baik Guru PAI PNS maupun Guru PAI Non PNS.

Adapaun yang menjadi Nara sumber pada Kegiatan Pembinaan Guru dan Pengawas PAI melalui Pendampingan Emis PAI Tahun 2018 ini adalah 2 orang yang berasal dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat ,  2 orang dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, dengan Materi Kegiatan  diantaranya Kebijakan Kementerian Agama, Kebijakan Bidang Pakis Kanwil Kementerian Prov. Kalbar , Education Management Information System (EMIS) PAI. Dengan Metode Kegiatan Penyampaian Materi, Tanya Jawab, Diskusi,Praktek

Adapaun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas layanan data dan pendidikan di Sekolah yang berimbas pada peningkatan mutu pendidikan. Secara khusus, tujuan Pembinaan Guru dan Pengawas PAI melalui Pendampingan Emis PAI adalah Meningkatkan kompetensi guru PAI untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan, Memutakhirkan kompetensi guru PAI untuk memenuhi kebutuhan guru PAI dalam memfasilitasi proses belajar peserta didik dalam memenuhi tuntutan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni di masa mendatang, Mewujudkan guru PAI yang memiliki komitmen kuat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional, Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru PAI, Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru PAI di masyarakat.

Adapun yang menjadi sasaran kegiatan Pembinaan Guru dan Pengawas PAI melalui Pendampingan Emis PAI  ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam  Tingkat SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Sintang. (Akil, Sintang)

Berita: