MEMPAWAH_Seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah seorang ASN dengan jabatan Pengawas Madrasah, atas Nama Gustami, S.Pd pada hari Jum’at (15/09/17) pukul 02.30 dini hari, di Rumah Sakit Umum Daerah Rubini Mempawah.

Setelah mendapatkan informasi perihal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah Dra. Hj. Isriyah berinisiatif mengumpulkan seluruh ASN di lingkungan Kantor Kemenag Mempawah untuk bertakziyah mengunjungi tempat kediaman almarhum dan keluarga di Desa Sungai Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh, guna memberikan motivasi, serta mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggal.

“Kita merasa kehilangan seorang pegawai yang selama ini cukup baik dalam pergaulan sehari-hari, beliau (almarhum) adalah salah satu Pengawas Madrasah di Kementerian Agama Kabupaten Mempawah yang telah berjuang dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan profesionalitas Guru Madrasah dan PAI, sehingga jasa dan kebaikannya tidak akan terlupakan oleh kita semua”.

“Tidak pernah mengeluh dan putus asa dalam memberikan pelayanan, dan tetap tersenyum menandakan sikap ramah tamah beliau kepada semua, pengabdiannya terhadap Kementerian Agama cukup luar biasa, sikap loyalitas dan integritas selalu dikedepankannya, oleh sebab itu marilah kita mendoakan beliau, agar beliau diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT,” ungkap Hj. Isriyah selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah saat menjadi pembina apel.

Menurut informasi dari keluarganya, sebelum meninggal beliau (almarhum) hanya merasakan keluhan di sebagian tubuhnya, saat itu beliau memang sehat bugar, tidak tampak tanda-tanda penyakit yang dideritanya, dan selalu aktif melaksanakan tugas pokonya, yaitu melakukan pengawasan  terhadap guru Madrasah maupun guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum.

Almarhum juga telah berkiprah sebagai penaset pada Lembaga Pondok Pesantren Al Adabiy yang ada di Desa Sui Bakau Besar Laut, dan turut aktif dalam melakukan pembinaan/pengajaran terhadap santri dan santriwati Al Adabiy. Dengan dipanggilnya beliau oleh Allah SWT, pimpinan Al Adabiy Ust. Armadi merasa kehilangan, dan turut berduka yang setinggi-tingginya.

Dikatakannya bahwa almarhum adalah orang yang sangat solid dan mempunyai cita-cita yang tinggi terhadap perkembangan serta kemajuan Pondok Pesantren Al Adabiy. “Kami memang benar-banar kehilangan, namun karena Allah sudah memanggil beliau, kami sangat ikhlas,” ungkap Ustad Armadi selaku Pimpinan Pontren Al Adabiy Sungai Bakau Besar Laut.

Berdasarkan daftar riwayat hidup, almarhum lahir pada tanggal 4 Pebruari 1870 di Teluk Pakedai, telah menyelesaikan S.1 PAI pada IAIN Pontianak pada tahun 2009, dianugerahi 4 orang anak kandung, riwayat pekerjaan sebagai CPNS pada tanggal 1 April 1997, PNS Tahun 1 Juli 1999, Kepala MIN Galang Tahun 1 April 2006, dan terakhir sebagai Pengawas PAI Tahun 1 Maret 2009, berperan aktif di organisasi PGRI. (Rudi_Mpw).

Berita: