Kabupaten Kayong Utara tepatnya di Sukadana, menjadi tempat diselenggarakannya ajang Seleksi Tilawatil Qur’an ke XXIV Tahun 2017. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, STQ Ke XXIV telah dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Dr. M. Zeet Hamdy Assovie, MTM.

Beberapa persiapan telah dilakukan oleh Panitia. Pada selasa (9/5) siang sebelum acara pembukaan digelar pada malam harinya, panitia mengadakan acara Orientasi Dewan Hakim dan Pengesahan Peserta sekaligus Technical Meeting yang bertempat di Balai Praja Kantor Bupati Kayong Utara.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Hakim, H.M.Tuwok, S.HI didampingi oleh Sekretaris Dewan Hakim, H. Edi Setiawan, S.Ag, S.Pd. Tak lama berselang setelah acara berjalan, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Waqaf, Drs.H.Ramli H.M Said juga ikut bergabung di depan mendampingi Ketua dan Sekretaris Dewan Hakim STQ XXIV Tingkat Prov. Kalbar 2017.

Banyak pertanyaan para peserta yang terdiri atas Official dan Pendamping dari Kafilah Kabupaten dan Kota Se-Kalbar. Argumen dan saran pun banyak disampaikan oleh mereka mengenai peraturan demi tercapainya kesepakatan bersama. Khususnya mengenai keabsahan dari dokumen peserta.

Menurut, H.Edi Setiawan yang juga seorang Kepala MAN 2 Pontianak ini saat ditemui ditempat terpisah pada rabu (10/05) malam, mengatakan bahwa pengesahan peserta ini tentunya mutlak dilakukan disebabkan hal ini merupakan syarat yang utama. Dimana peserta selain melampirkan KK juga diminta surat keterangan domisili. Karena nantinya peserta yang menjuarai STQ tingkat Provinsi akan dibawa ke tingkat Nasional. “Kita bisa mengetahui tanggal, bulan dan tahun kelahiran seseorang dari NIK yang dipunyainya”, ujarnya menegaskan.

Walaupun begitu, Edi Setiawan sedikit menyesalkan bahwa masih ada beberapa Kabupaten dan Kota yang “mencoba-coba” untuk memasukkan peserta yang tidak memenuhi persyaratan yaitu melebihi batas usia yang telah ditetapkan. “Kita sempat menemui masalah ini pada MTQ lalu yang diselenggarakan di Kab. Kuburaya, dan hal tersebut terulang kembali di STQ kali ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Edi Setaiwan kemudian menjelaskan, pada tingkat pusat hal ini tidak bisa kita anggap sepele. Karena pihak panitia bekerja sama dengan pihak Dukcapil untuk mengecek langsung kebenaran dari Dokumen yang dipunyai Kafilah. (welsi_Inmas)