Tim Pengukuran Arah Kiblat Rumah Ibadah seperti Masjid, Surau dan Musholla Kantor Kementerian Agama Kab. Kayong Utara yang diketuai Oleh Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agam Kab. Kayong Utara Ahmad Junaedi, S. Ag menuju lokasi pengukuran. Kali ini tim melakukan pengukuran arah kiblat Masjid Al-Ijtihad Desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana, Kab. Kayong Utara. Adapun tim yang turun langsung ke lokasi pengukuran antara lain H. Kuwatno, S. Pd, I, Ahmad Junaedi, S. Ag, Sudirmansyah, S. HI dan Harsono, S. E.I.

Kuwatno yang saat itu ikut menyaksikan pengukuran arah kiblat masjid Al-Ijtihad merupakan pengganti sementara Kasi Bimas Islam Kamadi, S. Ag, dimana beliau tidak bisa bergabung dengan tim pengukuran arah kiblat dikarenakan yang bersangkutan sedang tidak berada ditempat tugas. Pengukuran tersebut dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Agustus 2016. Tim menuju lokasi dari pukul 15.25 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 16.04 WIB.

Tepat pukul 16.11 WIB, tim pun langsung melakukan pengukuran selama lebih kurang 19 menit dengan kata lain tim selesai melakukan pengukuran tepat pukul 16.30 WIB. Untuk kesekian kalinya Ka. Subbag TU dilibatkan dalam tim pengukuran arah kiblat. H. Kuwatno menyaksikan langsung kinerja tim pengukuran arah kiblat Kankemenag KKU seperti halnya Bendahara Pengeluaran/Penerimaan Seksi Bimas Islam Harsono, S. E.I yang diberi tugas sebagai operator aplikasi miswala, Sudirmansyah menentukan tempat dengan GPS dan mencari titik koordinat dan memasukkannya kedalam rumus.

Dalam pengukuran arah kiblat Masjid Al-Ijtihad, alat-alat yang digunakan oleh tim antara lain GPS, Kompas, Kalkulator, Kompas dan tak ketinggalan adalah MISWALA. Letak tempat adalah 01`11'590"LS dan110`00'434" BT sehingga diperoleh hasil arah kiblat 292`59'40,5". Pengukuran arah kiblat ini bertujuan untuk memenuhi permohonan dari pengurus Masjid Al-Ijtihad Desa Sedahan Jaya, dimana pihak pengurus mengajukan permohonan kepada Kantor Kementerian Agama Kab. Kayong Utara agar Kantor Kementerian Agama Kab. Kayong Utara melakukan pengukuran arah kiblat pada masjid tersebut dikarenakan masjid tersebut sudah dirobohkan seluruhnya karena akan dibangun ulang/rehab total masjid tersebut.

Selain itu juga, dilakukannya pengukuran arah kiblat ini bertujuan untuk mendapatkan posisi kiblat yang tepat sehingga para jama'ah yang akan melaksanakan shalat pada masjid tersebut menjadi tenang dan tidak was-was karena masjid yang mereka gunakan sehari-hari untuk melaksanakan shalat lima waktu atau shalat sunnah lainnya sudah diukur oleh Kantor Kementerian Agama Kab. Kayong Utara sesuai dengan metode pengukuran arah kiblat dan ditandai dengan penyerahan sertifikat pengukuran arah kiblat oleh Penyelenggara Syariah Ahmad Junaedi, S. Ag.

Ahmad Junaedi menuturkan, dengan kata lain, pendirian rumah ibadah umat islam seperti halnya masjid, surau maupun musholla didirikan atau dibangun hendaklah dilakukan terlebih dahulu penentuan arah kiblatnya yang akan diukur oleh tim pengukur arah kiblat dari Kantor Kementerian Agama Kab. Kayong Utara, bukan berdasarkan perkiraan warga masyarakat semata, ungkapnya.

Berita: