PUTUSSIBAU-KAPUAS HULU – Rabu malam (4/10/17) Kepala Kantor Kementerian Agama H.M.Kusyairi Husman, S.Ag.,M.Si hadiri Acara Pembukaan Musabaqah Tilawatir Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Kapuas Hulu ke-XXVII di Kecamatan Boyan Tanjung Kapuas Hulu. 

Acara yang digelar di Lapangan Sepak Bola AM.Nasir Jalan Lintas Selatan Desa Mujan Kecamatan Boyan Tanjung, dibuka secara resmi oleh Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, SH. Hadir dalam acara pembukaan tersebut, ibu Bupati Erlinawati Nasir, Wakil Bupati Antonius L Ain Pamero beserta istri, Sekda, Ketua LPTQ Kabupaten Kapuas Hulu, Ketua DPRD Kapuas Hulu, sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu, unsur Forkopimda Kapuas Hulu, pimpinan Perbankan BUMD dan BUMN, Dewan Hakim, Kafilah dari beberapa Kecamatan, kaum muslimin dan muslimat di Kecamatan Boyan Tanjung dan yang dari berbagai tempat di Kapuas Hulu.

Pejabat nomor 1 (satu) di Kemenag Kapuas Hulu H.M.Kusyairi Husman, S.Ag.,M.Si berkesempatan untuk memberikan sambutannya di acara tersebut. Sambutan yang beliau sampaikan begitu, singkat, padat dan tegas. 

Dalam sambutanya, beliau menegaskan bahwa al-Qur’an merupakan kalam Ilahi atau firman Allah Swt yang diturunkan kepada seorang nabi terakhir, Muhammad Saw, hampir mendekati 15 abad yang lalu. Al-Qur’an bukan hanya untuk umat Islam saja, akan tetapi untuk semua umat manusia. Al-Qur’an merupakan pedoman hidup (way of Life) bagi seluruh umat manusia dalam meraih kebahagiaan hidup di dunia dan menuju kebahagiaan di akhirat yang kekal abadi. Al-Qur’an sebagai Kitab suci umat Islam menjadi petunjuk bagi umat manusia dalam membangun kehidupan yang harmonis, rukun, damai dan sejahtera lahir dan bathin. Oleh karena itu dalam momentum yang baik ini, saya mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa dalam al-Qur’an, kita harus menjadi umat tawasuth, moderat.

Al-Qur’an sebagai Kitab suci umat Islam menjadi petunjuk bagi umat manusia dalam membangun kehidupan yang harmonis, rukun, damai dan sejahtera lahir dan bathin. Oleh karena itu dalam momentum yang baik ini, saya mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa dalam al-Qur’an, kita harus menjadi umat tawasuth, moderat. Musabaqoh Tilawatil Qur’an dapat menguatkan Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, Insaniyah dan Basyariyah sesama kita, merupakan bentuk ikhtiyar yang kita lakukan untuk meraih kehidupan yang rukun dan toleran dalam perbedaan.

Kita berharap melalui kegiatan-kegiatan keagamaan seperti MTQ ini dapat menumbuhkembangkan sikap toleransi dalam keragaman. Secara sadar dan terencana kita harus terus merawat, menjaga, mempertahankan sikap dan perilaku yang qur’ani dimanapun kita berada. Insya Allah jika kita sudah bersikap dan berprilaku yang qur’ani, maka Allah akan menurunkan Barokah yang datang dari langit dan bumi di negara kesatuan republik Indonesia ini, khususnya di Bumi Uncak Kapuas Hulu yang sama-sama kita cintai ini.

Lebih lanjut Kusyairi mengatakan bahwa sikap kekerasan, ekstrim, radikal sangat bertentangan dengan al-Qur’an, apalagi sebentar lagi kita akan menyelenggarakan PILKADA GUBERNUR dan PILKADA SERENTAK. Bagi sebagian orang ajang demokrasi tersebut tidak jarang isu agama, etnis, suku dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuannya.

“Mari dengan MTQ kita akan menjadi umat yang baik suka menghargai sesama, menjunjung tinggi sikap hidup yang syarat dengan ukhuwah, kekeluargaan dan kebersamaan serta sikap toleransi.  mudah-mudahan Kapuas Hulu di bawah kepemimpinan Bapak Bupati AM.NASIR SH bersama Bapak Wakil Bupati Antonius L. AIN Pamero, SH selalu maju, sejahtera, aman, damai dan tenteram”, pungkas Kusyairi kemudian mengakhiri sambutanya.(Ms/Kh).

Berita: