Dalam rangka menyelesaikan laporan akhir Diklat kepemimpinan Tingkat III angkatan ke-53, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang H. Ekhsan telah membentuk Tim Efektif sebanyak 25 orang. Tim yang dibentuk ini terdiri dari pegawai kemenag, kepala madrsah dan beberapa kepala KUA.

Menurut Ekhsan, dibentuknya tim efektif ini dalam rangka melaksanakan Rancangan Proyek Perubahan (RPP) dalam penyusunan laporan untuk memenuhi salah satu tugas Diklat kepemimpinan Tingkat III.

“Dalam penyusunan laporan RPP ini, judul yang saya angkat adalah Program Percepatan Internalisasi Nilai Budaya Kerja di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang,” ujar Ekhsan.

Menurut Ekhsan judul ini menjadi penting, karena dia melihat tuntutan zaman dan waktu bagaimana pelayanan ini bisa terlaksana dengan baik. Akan tetapi pelayanan itu bisa berjalan dengan baik tentu harus diawali dengan manusianya atau ASN-nya.

Yang mempengaruhi ASN ini ada dua sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025, salah satunya berkenaan dengan pola fikir (mindset) dan budaya kerja. “Kalau hal ini sudah diterapkan maka akan menghasilkan birokrasi yang baik, efesien dan efektif,” jelas Ekhsan.

Menurut Ekhsan, bahwa yang diharapkan dari penulisan ini adalah perubahan dan inovasinya tentang penerapan lima nilai budaya kerja di kementerian agama yakni, integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. Menurutnya, untuk pencapaian manfaat secara internal maka semua itu harus diawali dengan sosialisasi dan penerapan dengan program yang ada dinilai budaya tersebut.

Pencapaian internal bisa tercapai manakala sudah bisa melayani masyarakat secara baik dan puas. Selain itu bagaimana pula citra Kemenag di masyarakat akan semakin baik, terhindar dari pungutan liar dan tanpa biaya apapun.

Ketika ditanya tentang keyakinan akan keberhasilannya dari pelaksanaan program ini, Ekhsan yakin dan optomis, bahwa program ini akan berjalan baik, karena menurut dia kegiatan ini sudah dimulai tahapannya dengan membandingkan dari yang baik menjadi lebih baik.

“Yang penting tim yang kita bentuk ini tim yang efektif dan solid untuk membangun. Persoalan outputnya atau hasilnya kita serahkan kepada masyarakat. Yang penting kita sudah berkerja secara maksimal,” pungkas Ekhsan. (Syafi’ie)

Berita: