Gemuruh tepuk tangan umat menandai pemotongan Ompung oleh Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.CAP Uskup Keuskupan Sintang dalam upacara penyambutan Tamu dan Undangan dalam acara peresmian Gereja Katolik  St. Ignatius Stasi Poring pada tanggal 09 Februari 2018 di Poring Kecamatan Nanga Pinoh. Pemotongan ompung adalah salah satu rangkaian dalam upacara peresmian Gereja tersebut yang dilanjutkan dengan perarakan menuju Halaman Gereja yang diiringi dengan tarian Dayak yang gemulai  nan indah. Hadir dalam upacara tersebut adalah Mgr Samuel Oton Sidin, OFM. CAP Uskup Sintang, Panji, S.Sos Bupati Melawi, Kepala SKPD, dr. Karoline Margaret Natasya Ketua Presidium Pemuda Katolik Republik Indonesia, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan umat Katolik Poring dan sekitarnya.

Dalam sambutannya Ketua Panitia Peresmian Gereja St Ignatius Stasi Poring, Ignasius Dius, S.Ag mengatakan bahwa pembangunan Gereja ini bermodalkan kekompakan. "Kami mulai dengan iuran umat. Hasilnya dipakai untuk menyenso balok di hutan. Ketika iuran uang macet, kami berinisiatif untuk mengumpulkan getah 2 kg per minggu per KK, empat bulan cara ini berjalan dengan lancar kemudian macet karena harga getah turun drastis. Atas anjuran Pastor Paroki meniru sebuah gerakan sebuah paroki di NTT dengan sebutan GESER (Gerakan Seribu Rupiah). Gerakan ini cukup ampuh dan dengan batuan paroki akhirnya kami dapat menyelesaikan pembangunan Gereja ini. Selain itu kami juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah dan donator lainnya yang tidak mau namanya disebutkan serta bantuan Gereja Paroki. Untuk itu saya atas nama umat Stasi Poring mengucapkan banyak terima kasih untuk semua bantuannya, semoga Tuhan membalas budi baik para donator semuanya,” ungkapnya mantap.

Sementara itu Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap mengatakan Gereja adalah Sakramen keselamatan bagi dunia. Artinya gereja sebagai persekutuan umat beriman menjadi tanda keselamatan bagi sesama. "Geraja harus tampil sebagai pribadi yang menyelamatkan bagi sesama, itu berarti kita harus membawa iman, harapan dan kasih bagi sesama. Gereja bisa menjadi tanda kalau gereja menjadi fanatik dan militan. Fanatik dan militan berarti saya paham betul dengan ajaran Katolik, saya menerapkan ajaran iman Katolik. Saya menjaga  moralitas saya sebagai orang Katolik dan saya mencintai dan bangga dengan kekatolikkan saya sampai mati, tanpa membenci penganut agama lainnya,“ tegas beliau mantap.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan, “Saya bersyukur bahwa umat di Stasi Poring ini telah menunjukkan identitas kekatolikannya yaitu persekutuan yang kuat sehingga berkat persekutuan itu, umat sudah mampu membangun sebuah Gereja yang kokoh dan megah ini. Akhirnya dari hati yang dalam saya mengucapkan Selamat atas keberhasilan umat Stasi Poring telah membangun Gereja yang kokoh dan kuat ini, semoga iman Bapak, Ibu, Saudara dan Saudari di tempat ini menjadi semakin kokoh dan kuat seperti Gereja yang akan kita berkati ini,” ajak beliau mantap di hadapan ribuan umt dan tamu undangan yang hadir.  (geby melawi)

Berita: