Selasa, 17 September 2019, 10:22 andre

Rumah Ibadah yang dibangun harus difungsikan sebagai tempat beribadah sebagaimana mestinya yang sesungguhnya juga dapat difungsikan untuk kegiatan-kegiatan yang bernuansa sosial ekonomi ataupun sosial budaya lainnya. Kemenag Kabupaten Sekadau mengapresiasi kepada Panitia pembangunan dan masyarakat Buddha,” ungkap suryadi Penyelenggara Buddha Kemenag sekadau saat peresmian vihara dharma buddha suci sungai ayak.

Peresmian vihara ditandai dengan penguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati sekadau Rupinus, Minggu (15/9/2019). Acara turut dihadiri Dandim 1204, anggota DPRD, Muspida, camat belitang hilir. Kemenag Sekadau mengapresiasi panitia dan masyarakat khususnya kecamatan belitang hilir yang telah bahu-membahu dengan pemerintah dalam memberikan pelayanan dan bimbingan kepada masyarakat Buddha hingga dapat menyediakan sarana Ibadah umat Buddha yang sangat representative ini,”Kata Suryadi.

Dalam pembinaan kerukunan intern dan antar-umat beragama, Kementerian Agama melakukan langkah strategis, yaitu membudayakan kerukunan dengan pendekatan sosiologis dan kultural. Kita patut gembira dan bersyukur bahwa kerukunan beragama Kabupaten Sekadau menjadi model yang layak dicontoh daerah lain. Dalam tata kelola organisasi dan sumber daya manusia, Kementerian Agama telah menjalankan reformasi birokrasi menuju terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance). Untuk itu kemenag sekadau melakukan perbaikan sistem, mengefektifkan pengendalian internal, serta melakukan assesmen sumber daya manusia sehingga terdapat keseimbangan yang ideal antara kompetensi pegawai dan pelayanan pada masyarakat. 

Profesionalitas berkaitan dengan komitmen dan kemampuan melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, sedangkan amanah berkaitan dengan sikap mental, moral dan karakter. Seorang yang profesional akan selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang dilayani, sedangkan seorang yang amanah menyadari bahwa Tuhan pasti melihat setiap pekerjaan, perbuatan dan bahkan segala yang terlintas di hati manusia.

Setelah diresmikan, Suryadi menambahkan vihara dharma suci harus bisa menjadi minimal 4 fungsi, yaitu sebagai Pusat Keagamaan (pembabaran Dhamma), Pusat Pendidikan (SMB, Perpustakaan), Pengembangan Budaya dan sebagai Sosial Kemasyarakatan.

“Mari jadikan Vihara Dharma Suci ini selain sebagai media umat untuk berkomunikasi dengan Tuhan tapi juga disertai dengan adanya daya upaya untuk memperbaiki dan meraih kebahagiaan dalam kehidupan. Daya upaya itulah yang akan membangkitkan semangat dalam diri agar selalu berjuang dalam bekerja, belajar, dan akhirnya mencapai kesuksesan,”tandasnya. (Andre)

 

 

Berita Terkait