Bertempat di Masjid Abdulrahman S. Almatrodi Parit Tembakul Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap dilaksanakan acara memperingati Nuzulul Qur'an jam 12 malam, senin (12/6). Tampil sebagai penceramah Kepala Kantor Drs. H. Ja’far didampingi Kasi Bimas Islam Drs. H. Fauzi dan Plt. Kepala KUA Sungai Kakap H. Syaefuddin. Acara ini dimulai dengan tadarusan sebelum tausiah.

Memulai tausiahnya beliau mengatakan saat kita bertemu dengan anak-anak, kita katakan dalam hati anak ini lebih mulia dan terhormat di hadapan Allah SWT karena belum mengenal kemaksiatan dan berbuat kezaliman. Kalau ketemu orang bodoh, dia lebih mulia di hadapan Allah SWT karena dia berbuat kejahatan karena kebodohannya. Kalau ketemu orang berilmu dia lebih mulia karena berbuat segala sesuatu karena keilmuannya. Dengan anak kecil kita tidak ada apa-apanya maupun dengan orang bodoh atau orang lainnya. Itulah hakikat diri kita, ungkapnya.

Ada satu malam yang kita tunggu yaitu malam turunnya Al Quran. Jika kita membaca Al Qur’an itulah akhlaknya Nabi Muhammad SAW. Hakikat Nabi Muhammad SAW itulah Al Qur’an. Al Qur’an dan Nabi Muhammad itu identik, mari kita pelajari dan kaji Al Qur’an itulah hikmah membaca. Kalau kita mengenal Muhammad SAW mari kita menyebarkan rahmat dan kasih sayang, sebagaimana dalam Al Quran di katakan bahwa Nabi Muhammad adalah pembawa rahmat bagi semua manusia, ajaknya.

Yang kita inginkan malam ini adalah ketenangan yaitu assalam. Lailatul qadar yaitu hadirnya cahaya dalam diri manusia yang memberi ketenangan. Berikan salam itulah islam. Ini semua titipan Allah. Kita ingin hidup yang menghidupkan dengan meneladani akhlaknya Allah yaitu maha pengampun, katanya tegas.

Penghuni surga itu pemaaf dan murah senyum. Orang yang bebas adalah orang yang mampu memberi ruang gerak bebas sifat Allah yang tidak terbatas. Itulah orang yang keluar dari dirinya sendiri. Mari kita lepas dari diri sendiri dan berikan ruang kepada Allah SWT yang bebas sebebasnya dan tidak terikat. Inilah hakikat tertinggi kita memahami keesaan Allah SWT. Matikan dirimu sebelum kau mati. Inilah sedikit hikmah Nuzulul Qur’an. Ketenangan yang hakiki itu makin bertambah nilainya dengan memperbanyak zikir, katanya mengajak.

Beliau kemudian menutup tausyiahnya dengan berdoa, meminta kepada Allah SWT keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dan anak-anak yang sholeh dan sholehah.

(Bond/KKR)  

Berita: