Sambas - Persiapan pembukaan musim haji 2020, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas telah mulai mengerjakan persiapan dokumen kependudukan dan pengisian data persiapan paspor pada formulir Perdim 11 terisi dengan benar dan valid.

Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Sambas di ruang Kasi Lalintalkim setelah menerima dokumen Perdim 11 dari Kantor Imigrasi sambas dalam rangka paspor untuk para Calon Haji / calhaj Kabupaten sambas Tahun 1441 H / 2020 M, Selasa, ( 14/01).

Menurutnya, ini salah satu langkah awal persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 yaitu dengan pengisian formulir Perdim 11 yang merupakan persyaratan persetujuan pembuatan dokumen Perjalanan Republik Indonesia (SPRI / Paspor) menghilangkan kelengkapan data kependudukan lainnya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga (KK).

“Perdim 11 adalah formulir perjalanan untuk warga negara Indonesia dari Kantor Imigrasi. Pengisian Perdim 11 merupakan salah satu persyaratan dalam pengajuan permintaan paspor, dimana untuk calon jemaah haji pengisiannya didukung Kemenag dan dilaksanakan secara kolektif. Hal ini menarik agar calon jemaah haji lebih mudah, benar, jelas juga lengkap,

Kasi PHU Drs. Herlan menambahkan untuk membuat paspor biasa, masyarakat harus kembali tiga kali untuk menyelesaikannya, tapi karena ini untuk paspor ibadah haji, Kantor imigrasi dan Kementerian Agama telah membuat prosesnya dapat dilakukan secara lengkap.

"Dapat menyesuaikan sekali saja ke Kantor imigrasinya untuk rekam sidik jari, foto dan wawancara," tambahnya.

Sebelum proses ke Imigrasi, menurutnya, calhaj yang akan menerbitkan dokumen paspor atau yang telah paspor belum selesai berlakunya maka dokumen kelengkapannya akan disetujui oleh tim dari Seksi PHU Kemenag Sambas.

Kasi PHU menyatakan akan melakukan pendampingan langsung dalam pengisian Perdim 11 agar seluruh data terisi dengan benar dan sesuai petunjuk.

Sebanyak 316 perdim 11 telah di serahkan oleh pihak Imigrasi Sambas, melalui PUTU Selaku Kasi Lalintalkim Imigrasi Sambas. "Selanjutnya Insya Allah bulan Februari ini akan dilakukan sidik jari foto dan wawancara," ujar Herlan. (HNK)