Gedung Pertemuan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) menjadi saksi hikmatnya perayaan Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang ke -93 di Nanga Pinoh pada hari Rabu, 05 Juli 2017.  Hadir dalam perayaan itu, Bupati Melawi, Panji,S.Sos dan Ibu; Sekda Melawi, Drs. Ivo Titus Mulyono, M.Si dan Ibu; beberapa Kepala SKPD; Ketua GOW Melawi, Perwakilan Ormas dan perwakilan pengurus Ranting WKRI dari Penjuru Melawi. Perayaan yang mengambil thema Merajut Keberagaman dalam menjaga dan menghidupi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu merupakan puncak dari semua kegiatan yang dilakukan selama bulan Juni, diantaranya Lomba Masak berbahan lokal, Lomba Cerdas Cermat, Pertandingan Footsal, Perayaan Ekaristi dan Seminar.

Dalam sambutannya Bupati Melawi, Panji, S.Sos mengucapkan selamat kepada Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang merayakan Ulang Tahun yang ke 93. “Organisasi ini sudah tua bahkan lebih tua dari umur Negara kita tercinta ini. Tentu sudah banyak asam garam yang dinikmati oleh para ibu yang menjadi anggota dari organisasi yang mapan ini. Tetapi melalui momen yang berbahagia ini saya berpesan kepada para ibu yang menjadi anggota WKRI cabang Nanga Pinoh; pertama, jadilah ibu yang bijak dan berkualitas. Ibu yang bijak dan berkualitas  adalah ibu yang mau mendidik dan membimbing putra-putrinya dengan spiritualitas Kasih; kedua, jadilah anggota WKRI yang yang terbuka dan mau bekerja sama dengan organisasi wanita lainnya, seperti PKK, GOW dan ormas perempuan lainnya; ketiga, dalam menyusun program kerja tidak perlu muluk-muluk, tetapi buatlah program sederhana dan menyentuh masyarakat, seperti kunjungan atau tourney ke kampun-kampung,” pesannya tegas di hadapan ibu-ibu yang dengan penuh semangat mendengarkan sambutan beliau.

Sementara itu Ketua WKRI Cabang Nanga Pinoh, Y.E. Tjeti Pratiwi mengatakan, “akhir-akhir ini negeri kita banyak dihadapkan dengan berbagai problema yang sangat serius yaitu munculnya kaum ekstrimis  yang berusaha merong-rong Negara Kesatuan Republik Indonesia, ingin mengubah  dasar Negara yaitu Pancasila dan mau menggoyahkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, baik gerakan secara nyata maupun yang tidak nyata. Sebagai wanita Katolik kita harus menjaga,  menghidupi,menghayati dan menjiwai nilai-nilai Pancasila dan Bhinekka Tunggal Ika. Hal ini bisa kita lakukan dengan cara dan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing sebagai perempuan dan ibu, yaitu bagaimana kita menanamkan cinta, kepedulian, saling menghargai, sikap toleransi, tidak diskriminatif dalam keluarga dan lingkungan kerja kita masing-masing,” ajaknya mantap yang kemudian diakhiri dengan menyampaikan ucapan rasa trima kasihnya panitia yang telah mensukseskan berbagai kegiatan dalam rangkat HUT WKRI yang ke -93. Dirgahayu WKRI…(Geby_Melawi)

Berita: