Saat meresmikan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Sekayam pada Rabu (11/04) ada beberapa pesan yang disampaikan Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Drs H Ridwansyah, MSi. Saat memimpin apel pagi pada Selasa(17/04) Kakankemenag Sanggau Drs M Taufik kembali mengulas pesan-pesan Kakanwil ini.

Pertama, KUA harus menjadi pelayan umat. Artinya pelayan adalah selalu siap sedia manakala umat membutuhkan bantuan. Bagi Kakanwil, sikap seorang pelayanan harus berbeda dengan sikap seorang tuan. Dalam hubungan dengan permasalahan umat, seorang kepala KUA tidak boleh hanya duduk di dalam kantor dan hanya menerima laporan saja. Tapi dia harus seringkali turun dan mendengar aspirasi umat serta selalu siap melayani

Kedua, KUA harus menjadi pengayom umat. Pengayom itu harus bisa melindungi dan merangkul semuanya. Keberadaan balai nikah dan manasik haji yang representatitf ini diharapkan akan semakin memacu semangat kerja para Kepala KUA untuk bisa melindungi, merangkul dan mendamaikan umat. 

Ketiga, terkait dengan tantangan akan persatuan dan kesatuan umat beragama diharapkan KUA juga bisa menjadi pemersatu umat. Secara fungsi KUA memang merupakan bawahan dari Satker Bimas Islam. Namun secara peran KUA merupakan wakil Kemenag di Kecamatan. Sehingga wajah Kemenag yang multikultural, terbuka sekaligus mempersatukan harus bisa ditampilkan oleh Kepala KUA. (fathur)

Berita: