SINGKAWANG. Senin (14/05) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang melakukan pembekalan lanjutan tahap II kepada Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Singkawang yang akan berangkat pada musim haji tahun 1439 H / 2018 M di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang,. 

Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Drs. Marhola menerangkan kegiatan ini dilakukan dalam rangka penyampaian informasi perjalanan ibadah haji Tahun 1439 H / 2018 M, Sosialisasi pembuatan JKN KIS dan Sosialisasi pembuatan ATM Haji. Oleh karena itu, pada pembekalan CJH tahap II ini, kami menghadirkan perwakilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan dari Bank BNI Syariah Singkawang,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Marhola mengungkapkan pentingnya kesehatan dalam melaksanakan ibadah haji. Hal ini dikarenakan ibadah haji menuntut fisik yang kuat dan sehat karena selalu berpindah-pindah dari tempat yang satu ketempat yang lain. Belum lagi perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi yang sangat jauh berbeda. Oleh karena itu, pada hari ini bagi CJH yang belum memiliki JKN KIS, maka pada hari ini akan langsung didaftarkan dan pihak BPJS akan langsung mencetak kartunya,” terang Marhola.

Selain itu, untuk menjaga keamanan serta mempermudah jamaah nantinya di tanah suci, maka pada hari ini juga Bank BNI Syariah memberi kemudahan dengan tabungan yang dilengkapi dengan ATM yang dapat digunakan di Arab Saudi. Dengan demikian para jamaah nanti tidak perlu membawa banyak uang cash dan cukup hanya dengan membawa kartu ATM masing-masing.

Sementara itu dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Drs. H. Nahruji, M.Si mengucapkan selamat pada CJH yang akan berangkat pada tahun 2018 mendatang menjadi tamu Allah SWT di Baitullah Makkah al Mukarromah. “Dari kurang lebih 1.700 jamaah yang mendaftar haji di Kantor Kemenag Kota Singkawang, tahun ini terpilih bapak-bapak dan ibu-ibu sebanyak 110 orang untuk menjadi tamu Allah SWT menyempurnakan Rukun Islam yang kelima,” ujarnya.

“Dengan jumlah kuota haji Kota Singkawang yang sebanyak 110 orang pertahun, artinya para CJH yang mendaftar pada hari ini akan menunggu kurang lebih selama 17 tahun kedepan untuk diberangkatkan ketanah suci,” tambahnya. Oleh karena itu, Ia mengajak para CJH untuk mensyukurinya mengingat tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menunaikan haji dengan berbagai masalah dan halangan yang bermacam-macam.

Selanjutnya ia menyatakan bahwa panjangnya daftar antrian keberangkatan Haji, maka Kementerian Agama saat ini bisa menerima pendaftaran anak-anak seusia SD untuk berangkat haji. Hal ini mengingat daftar tunggu yang sangat panjang. Maka apabila sudah sampai saatnya nanti dengan segala persyaratan yang telah dipenuhi ia dapat diberangkatkan untuk melaksanakan Ibadah Haji ke tanah suci,” terangnya. (Jk/Skw)

Berita: