Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ketapang mengadakan kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ketapang Tahun 2017, kegiatan ini sekaligus untuk mengukuhkan pengurus MUI Ketang periode 2016-2021 yang dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang tanggal 28-29 April 2017.

Kegiatan Rakerda MUI Ketapang ini dihadiri oleh unsur Pengurus MUI Kabupaten Ketapang, Pengurus MUI Kecamatan, Ormasi Islam, Organisasi Kepemudaan Islam serta Pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Ketapang, ratusan orang terpantau menghadiri kegiatan ini sehingga suasana di tempat acara sangat ramai.

Dalam kegiatan pembukaan Rakerda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang yang diwakili Oleh Kasubbag TU Drs. Nasbun membacakan sambutan. Dalam sambutan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Dewan Pimpinan MUI Kab. Kabupaten Ketapang. “Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang mengucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ketapang masa khidmat 2016-2021,” tutur Drs. Nasbun yang membacakan sambutan Kepala Kantor Kemenag Ketapang.

“Ulama sebagai pemimpin informal dalam masyarakat mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh sendi-sendi etika, moral spiritual, kehidupan berbangsa dan bernegara, para ulama tidak saja menjaga moral bangsa dan etika keberagamaan, tetapi sekaligus berfungsi sebagai pencerah, pencerdas dan pembimbing umat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam, peran ulama juga sangat strategis dalam membangun karakter bangsa,” ucap Drs. Nasbun yang saat ini menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Ketapang.

Dalam lanjutan sambutan tersebut Kepala Kantor Kemenag Ketapang menyampaikan bahwa kita semua prihatin atas perubahan atas sikap dan perilaku masyarakat menuju kearah yang tidak terfikirkan sebelumnya, seperti menjamurnya perilaku permisif serba boleh, perilaku adiktif serba kecanduan, perilaku brutalistik serba kekerasan, selanjutnya transgresif melanggar aturan, hedonistik mau serba enak dan berfoya foya serta materialistik serba benda atau uang.

Umat islam saat ini juga menghadapi tantangan dalam hal liberalisasi paham keislaman dan munculnya aliran-aliran sesat, serta kemiskinan yang berpotensi menimbulkan kerawanan akidah dan akhlak, seperti dilansir dalam sebuah Hadits “Kadhal Fakru An Yakuna Kufran” hampir-hampir kemiskinan itu menyebabkan kekafiran.

Hal tersebut membutuhkan pemikiran dan penanganan serius, dan jika semua komponen terpanggil untuk menjaga kehidupan beragama maka berbagai persoalan yang muncul akan dapat diatasi sebagaimana mestinya.

Para ulama tidak boleh tinggal diam apalagi bersikap apatis terhadap kondisi dan fenomena yang terjadi di masyarkat yang berlangsung dengan cepat, ulama harus berdiri paling depan dalam menyuarakan kebenaran dan mencegah kerusakan moral di masyarakat.

Ulama tidak hanya mempunyai tanggung jawab moral yang mencakup masalah ibadah Ubudiyah, tetapi juga menyangkut masalah mu’amalah kehidupan sosial yang lebih luas, dalam hal itu Kementerian Agama memandang perlu revitalisasi peran dan fungsi ulama ditengah tengah kehidupan umat dan bangsa.

Dalam perubahan masyarakat tradisional menuju masyarkat yang modern dalam hal IT (Informasi teknologi-red) peran dan fungsi ulama dalam masyarakat harus terus diperkuat seiring dengan perkembangan masyarakat.

Kementerian Agama ingin menegaskan bahwa tidak ada kekuatan apapun yang dapat melenyapkan peran dan fungsi Ulama selagi ulama tersebut istiqomah dan ikhlas dalam membela kepentingan umat secara keseluruhan.

Para ulama dalam melaksanakan peran dan fungsinya tidak mungkin berjalan sendiri atau ”one man show” , peran ulama dan umara’ sangat sentral, dua unsur menjadi patokan, jika runtuh moral keduanya maka menjadi alamat akan hancur sebuah negara.

Mengakhiri sambutan tersebut Kepala Kantor Kemenag Ketapang berhadap agar Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ketapang masa khidmat 2016-2021 dapat melahirkan pemikiran-pemikiran dan gerakan-gerakan masyarakat kearah yang lebih baik tentunya dengan dukungan dari pemerintah. Sehingga dangan semakin harmonisnya hubungan ulama dan pemerintah dapat menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat.” Demikian harap Kepala Kantor Kemenag Ketapang.

(Safrudin)

Berita: