Kabupaten Ketapang sebagai salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat yang di huni banyak ragam dan budaya karena perpaduan suku, agama ras dan etnik di dalamnya. Sebut saja suku yang ada di Kabupaten ini mulai dari melayu, dayak, jawa, dan lain sebagainya bahkan banyak keturunan dari arab dan cina. Dari segi agama juga diwarnai dengan banyak agama seperti Islam, Hindu, Budha, Katholik, Kristen dan Konghucu juga ada di Ketapang. Perbedaan ini hendaknya saling memberi warna dan memberikan nuansa saling menghormati dan menghargai di antara masyarakat. Jangan menjadikan perbedaan sebagai musuh karena manusia itu sendiri dalam kadar penciptaannya saling berbeda.

Untuk merangkum perbedaan ini dalam suatu lingkar Negara Kesatuan Republik Indonesia maka perlu adanya komunikasi yang baik dan lancar antara pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Agar terjalinnya harmonisasi dalam ruang gerak dan toleransi dalam beragama. Untuk itu maka pada hari Rabu, 21 Februari 2018 diadakanlah kegiatan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Ketapang. Acara dilaksanakan di Ballroom Hotel Asana Nevada Ketapang yang dihadiri oleh 30 peserta dari tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Ketapang.

Hadir dalam acara Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Ketapang ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat yakni Drs. H.Ridwansyah, M.Si yang membuka sekaligus turut dalam diskusi forum komunikasi kerukunan antar umat beragama ini. Dalam sambutannya Drs. H.Ridwansyah, M.Si menjelaskan bahwasanya kita harus menjadikan agama sebagai sarana kerukunan dan kedamaian karena pada inti ajaran agama itu sendiri adalah mengajarkan kepada manusia untuk berbuat kebaikan, saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia. Jangan lantas agama digunakan sebagai pemicu untuk memancing tindakan-tindakan yang bertentangan dengan ajaran hidup bangsa Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika yang berarti meskipun kita berbeda namun tetap menjadi satu kesatuan dan saling menguatkan. Seperti sebuah lidi yang jika cuma sebatang kita akan mudah mematahkannya namun apabila disatukan dalam satu kumpulan yang diikat kuat menjadi satu akan sangat sulit untuk dipatahkankan. Maka seperti inilah harusnya bangsa Indonesia yang berkumpul menjadi satu padu dan diikat oleh sebuah simpul yang yang bernama “persaudaraan”.

Selanjutnya Drs. H.Ridwansyah, M.Si menjelaskan kepada para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menaruh perhatian yang besar dalam hal beragama tidak hanya hubungan antar agama saja namun terhadap agama itu sendiri. Karena permasalahan yang dihadapi dalam beragama tidak hanya konflik eksternal namun juga konflik internal. Para tokoh agama dan masyarakat harus mawas diri terhadap berkembangnya aliran-aliran sesat yang terkadang keluar dari haluan dan tuntunan agama itu sendiri sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat yang dapat memicu konflik hingga berujung pada tindak kekerasan.

Dalam acara Rapat Koordinasi ini diadakan forum diskusi antar agama yang difasilitasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang yang dihadiri oleh H. Ekhsan, S.Ag, M.Si selaku Kakankemenag Kab. Ketapang sekaligus memberikan materi tentang perkembangan umat beragama di Kabupaten Ketapang setelah pemaparan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H.Ridwansyah, M.Si yang mengulas kehidupan beragama di Kalimantan Barat dan menciptakan suasana yang kondusif menjelang PILKADA dan PILPRESS. Suasana kekompakan dan toleransi tampak dalam acara yang mengutamakan kebersamaan ini. @luthfi/Humas