Dalam rangka meningkatkan kinerja Kementerian Agama , Kakanwil Kemenag Kalbar  Drs. H. Ridwansyah, M.Si, menginstruksikan kepada seluruh Kasubbag beserta tiga orang JFU pada masing-masing bagian untuk mempresentasikan program kegiatan pada tahun 2018, Rabu (7/2/2018) di Operation Room.

Kepada seluruh Kasubbag dan peserta rapat, Ridwansyah menjelaskan bahwa program layanan Kemenag pada masyarakat harus lebih meningkat. “Yang jelas saya ingin tahun ini lebih baik dari sebelumnya, jadi tidak perlu membanding-bandingkan antara pejabat yang terdahulu dengan sekarang karena masing-masing mempunyai tantangan yang berbeda,” jelasnya.

Suatu contoh beliau mendeskripsikan  tentang  sejarah kepemimpinan negara Republik Indonesia  dari zaman Sukarno,  Suharto, Susilo Bambang Yudoyono hingga saat ini di jaman Joko Widodo. semuanya memiliki tantangan yang berbeda, oleh karena itu, perlu catatan kecil yang harus kita perbaiki untuk menatap masa kedepan yang lebih baik.

Menyikapi suasana kerja di lingkungan Kanwil Kemenag Prov. Kalbar Ridwansyah mengajak seluruh ASN di lingkungannya untuk memahami tugas dan fungsi masing-masing, sesuai dengan wewenang dan jabatan masing-masing pula. “Tentu ini tidak mudah, namun harus kita mulai dari diri kita sendiri untuk meningkatkan kedisiplinan bertingkat dari masing-masing unit kerja di lingkungannya,” ujarnya.

Memasuki tahun anggaran 2018, ada beberapa hal catatan penting dari hasil rapat kerja nasional yang harus kita perhatikan bersama, diantaranya adalah mempertahankan laporan keuangan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Kemudian setiap Satker mampu menindak lanjuti dan menyelesaikan hasil pemeriksaan dari Irjen, BPK maupun BPKP terhadap temuan di lingkungan masing-masing. Selain itu tingkat layanan online melalui jaringan internet, perbaiki pula Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

“Yang tak kalah pentingnya adalah program pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM)  melalui pendidikan dan latihan, termasuk memberikan Sertifikat Pengadaan Barang dan Jasa dan peningkatan angka kredit penyuluhdan guru fungsional,” jelas Ridwansyah.

Salah satu program nasional yang harus ditingkatkan adalah meningkatkan dan menjaga kerukunan antar umat beragama, oleh karena itu layanan keagamaan kepada masyarakat juga harus ditingkatkan.“Salah satu kegiatan yang harus dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah menyelenggarakan kegiatan Dialog Tokoh Lintas Agama” imbuihnya.

Sebelum menerima laporan dari masing-masing Subbag, Kakanwil menyampaikan gambaran umum tentang kondisi Kantor yang perlu diperhatikan diantaranya adalah melakukan penataan kebersihan dan petugasnya, memperbaiki perawatan dan penataan taman yang selama ini belum maksimal.

“Penguatan pada bidang keamanan juga menjadi perhatian kita bersama oleh  karena itu setiap petugas security yang bertugas harus mampu melaksanakan tusinya dengan baik. Dan yang tak kalah pentingnya juga adalah meningkatkan penguatan keprotokoleran yang selama ini belum maksimal,” jelasnya.

Terkait Kerukunan Umat Beragama (KUB) Ridwansyah berharap dapat memperkuat pertemuan dengan tokoh agama dan ormas yang dilengkapi dengan nomor kontak tokoh tersebut, serta penguatan data KUB se-Kalimantan Barat. Selain itu untuk memaksimalkan fungsi Bidang Hukum,  maka diusahakan setiap Surat Keputusan divalidasi oleh Subag Hukum. 

Untuk meningkatkan layanan informasi online, Ridwansyah berpesan agar penguatan pemanfatan jaringan internet di lingkungan Kanwil Kemenag Kalbar ditingkatkan, penguatan  layanan informasi tersebut seyokyanya didukung oleh SDM dan fasilitas yang memadai, “Tidak mungkin dapat melayani dengan baik apabila jaringan internetnya lemah,” imbuhnya.

Lanjutnya, setiap sambutan Kakanwil idealnya harus ada yang menanganinya secara khusus, sehingga isi sambutan tersebut sesuai dengan Visi dan Misi Kakanwil Kemenag Prov. Kalbar kedepan.

Demikian pula dengan Tusi  Inmas lainya sebagai pengolah data, Ridwansyah berharap penguatan data di lingkungan kemenag harus selau terubdet secara berkala, jangan sampai data yang disajikan tidak falid atau serabutan. Karena dari sinilah perencanaan kegiatan dan anggaran dilakukan.

Terhadap Subbag Perencanaan dan keuangan Kakanwil menegaskan bahwa tahun ini secara nasional telah di launcing  belanja non tunai, oleh karena itu jaringan kerjasama dengan perbangkan harus segera dilakukan, jangan sampai program ini menghambat hak pegawai yang mesti diterima.

“Segera koordinasikan sistem pencairan dengan perbangkan yang sudah ada kalau perlu lakukan sosialisasi langsung kepada ASN untuk mempermudah proses pencairan” ujarnya.

Kepada unit kerja yang ingin merefisi DIPA ditahun 2018, agar dikordinasikan dengan Subbag Perencanaan dan Keuangan, karena semua refisi dibawah wewenangnya. Tidak hanya  itu, Renstra dan laporan keuangan pada unit kerja masing-masing juga harus diperhatikan. “Lakukan secepatnya penyempurnaan renstra pada masing-masing unik kerja maupun Kemenag di Kabupaten/ Kota,” jelasnya.

Khusus kepada Subbag Kepegawaian dan Ortala, Kakanwil berkeinginan keras untuk segera mewujudkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Oleh karena itu beliau berharap agar segera melakukan perencanaan infrastruktur ruangan PTSP tersebut.

Setelah menyampaikan arahannya, Kakanwil meminta Setiap Kasubbag untuk menyampaikan schedul kegiatan pada masing-masing Subbag, serta menyampaikan setiap permasalahan yang ada untuk diselesaikan bersama. (Ir-Inmas)

Berita: