Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) bekerja sama dengan British Council, dan difasilitasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, menyelenggarakan Lokakarya Pengayaan Wacana Agama dan Keberagaman, dengan tagline: Rukun, Ragam, Sepadan. ICRS adalah konsorsium tiga universitas di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana, yang menyelenggarakan kajian antaragama (Interreligious Studies) dan isu-isu sosial-budaya yang berkaitan dengan agama. Sementara British Council adalah lembaga sipil internasional yang memberi perhatian besar pada pengembangan budaya dan pendidikan di seluruh dunia.

Lokakarya sehari ini diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus 2017 di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Kalbar, melibatkan kurang lebih seratus peserta yang terdiri dari penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama, guru agama, perwakilan-perwakilan lembaga pemerintah, lembaga keagamaan, akademisi, wartawan, organisasi massa, lembaga swadaya masyarakat, perwakilan kaum muda, dan lembaga masyarakat sipil lainnya.Program ini diselenggarakan di enam kota di Indonesia, yaitu Medan, Pontianak, Manado, Ambon, Ruteng, dan Bandung. Keenam kota ini mewakili kekhasan dalam hal demografi penganut agama maupun keragamannya. Dalam penyelenggaraan seluruh program ini, ICRS dan British Council senantiasa bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama, pemerintah daerah dan mitra-mitra lokal lainnya. Kerjasama ini menjadi bagian dari pembelajaran bersama, sebab mitra lokal lebih paham dinamika setempat, sekaligus sebagai memperluas kerjasama dan pergaulan.

Tujuan penyelenggaraan lokakarya adalah memperkuat dan memperkaya kesadaran, nilai-nilai keterbukaan, pengertian, toleransi, dan interaksi di antara komunitas keagamaan. Juga aktivitas ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan menciptakan ruang belajar bersama pemerintah,akademisi, dan elemen-elemen masyarakat lokal untuk membangun agenda-agenda keadilan sosial, sehingga dapat menjadi penyokong pembaruan kebijakan, dalam rangka menjamin keselarasan hubungan antar manusia. Tagline Rukun, Ragam, Sepadan merangkum tiga semangat yang menjiwai lokakarya ini yaitu harmoni antar agama, multikulturalisme, dan keadilan sosial.

Lokakarya ini juga memanfaatkan momentum perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 72 yang diberi tema, “Kerja Bersama.” “Kerja Bersama” merupakan dorongan untuk memanfaatkan keberagaman sebagai aset dalam memperkuat persatuan dan membangun bersama menuju bangsa Indonesia yang lebih baik, tanpa diskriminasi, dan saling menghargai.

Diyakini bahwa bangsa Indonesia memiliki “DNA” keberagaman yang saat ini perlu diperkuat dan diperkaya. Terjadi pergeseran yang masif di tengah masyarakat dengan wacana transnasional, mulai berkembangnya budaya digital, dan tantangan-tantangan lainnya.Karena itu istilah “Pengayaan” dalam hal ini adalah upaya untuk senantiasa menjadikan diri relevan dengan perkembangan dan dinamika bermasyarakat majemuk dalam konteks kekiniaan.

Meskipun waktunya singkat, dampak dari program ini diupayakan optimal. Peserta diharapkan mengalami pengayaan wacana, keterbukaan wawasan keragaman, membangun penghargaan akan perbedaan, dan memperkuat kemauan untuk bersama-sama memelihara kekayaan wacana keagamaan. Seratus orang peserta ini semoga dapat menjadi seratus agen perubahan bagi lingkungan tempat mereka berkarya, sehingga memperbesar harapan terwujudnya cita-cita nasional bangsa ini. (ICRS_Press Release)

Berita: