Istiqhotsah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan Santri Nasional serta 64 Tahun Milad Madrasah Pondok Pesantren Al-Khairiyah yang mengundang Kepala Kantor Drs. H. Ja’far A sebagai penceramah. Beliau hadir didampingi Kasi Pendis H. Agus Safwan, sabtu (18/11).

Dalam ceramahnya beliau menyampaikan santri adalah para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari para penjajah. Negeri ini lahir karena perjuangan para santri yang mengorbankan jiwa dan raga bagi terbentuknya NKRI yang kita cintai ini. Maka sekarang tugas para santri untuk mengisi setiap lini kehidupan dengan karya bagi kemaslahatan ummat, katanya memberi motivasi.

Pendidikan pondok pesantren adalah model pendidikan yang tepat untuk anak-anak sekarang. Pendidikan pondok pesantren tidak hanya mengutamakan kemampuan intelektual tapi juga kemampuan spiritual, jelasnya. 

"Di pesantren itu tidak hanya soal otak, tapi juga soal hati,"ujarnya memberi apresiasi. Di pesantren santri dididik untuk untuk beriman, memiliki kualitas keimanan yang lebih kepada Allah SWT. Selain itu, santri juga dididik adab dan sopan santun. "Pondok pesantren itu tempat pendidikan yang paling lengkap, dan hanya berada di Indonesia," tutupnya. 

Hadir pula Dandim Mempawah, Direktur Binmas Polda Kalbar, Kepala Kantor Kemenag Mempawah H.Kamaluddin,M.Pd dan berbagai pimpinan ormas setempat.

Antusiame para santri dan alumni telah dimulai sejak awal pagi, dimulia dengan pembacaan sholawat yang membangkitkan semangat dan rasa kerinduan saat menjadi santri dimasa lalu. (Bond/KKR)

Berita: