Sampai pagi ini, Jum’at (10/8/2018) Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kalimantan Barat seluruhnya sudah berada di Kota Makkah untuk melaksanakan Ibadah Haji tahun 1439 H / 2018 M. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Ridwansyah saat diwawancarai oleh salah satu Wartawan Media Resmi Pontianak Pos Kalbar di ruang kerjanya.

“Alhamdulillah seluruh jamaah calon haji Kalbar sudah berada di Mekkah, namun ada laporan dari petugas kloter 13 BTH yang menyampaikan bahwa ada satu orang wafat ada laporan dari petugas kloter bahwa ada stu jamaah asal Kabupaten Mempawah telah wafat pada Kamis sore,” jelas Ridwansyah.

Kakanwil menambahkan Jamaah Calon Haji yang wafat adalah Suparto Katidjo abdullah, umur 64 Tahun, No. Porsi 1700032076 dengan No. Paspor.  B9342918 pada Kloter 13 Embarkasi Batam Sektor 9 Misfalah, asal Kabupaten Mempawah. Beliau wafat (meninggal) pada hari Kamis,  09 Agustus 2018 Pukul 15.30 WAS karena sesak nafas.

Lebih lanjut Ridwansyah menegaskan bahwa dengan kondisi tersebut, Jamaah Calon Haji Kalimantan Barat kembali berkurang 1 orang sehingga jamaah yang tersisa hingga saat ini berjumlah 2.520 jamaah.

Melalui kesempatan tersebut Kakanwil juga menyampaikan ungkapan Turut Berduka atas Wafatnya salah satu JCH tersebut, seraya berdo’a mudah-mudahan Almarhum mendapat tempat yang mulia disisi Allah SWT dan tercatat baginya haji yang mabrur.

“Insya Allah Almarhum Suparto Katidjo abdullah yang wafat ditanah suci kemarin tercatat sebagai haji mabrur karena proses ibadah haji telah dilakukannya,” ucapnya.

Kakanwil juga telah mengkoordinasikan masalah tersebut dengan Kepala Kankemenag Kabupaten Mempawah agar mengunjungi keluarga ahli warisnya sebagai penghormatan dan menghibur keluarga yang ditinggalkan agar tidak larut dalam duka.

“Kita tentu selalu berdo’a agar seluruh jamaah dalam keadaan sehat wal’afiat sehingga dapat menlakukan rangkaian ibadah haji dengan sempurna dan memperoleh haji yang mabrur,” harap Ridwansyah.

Selain itu berita baik juga diterima oleh Kakanwil bahwa informasi dari para petugas haji di Mekkah menjelaskan tentang 10 inovasi yang dirasakan oleh jamaah diantaranya proses percepatan di Embarkasi maupun menu makanan yang disesuaikan dengan makanan Indonesia. (Ir-Inmas).

Berita: