Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kab. Kayong Utara dan Kab. Ketapang mengadakan Sosialisasi Gabungan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) pada hari Jum'at tanggal 14 Oktober 2016 bertempat di Ruang Guru MIN Sukadana, Kab. Kayong Utara. Ketua DWP Kab. Kayong Utara Hj. Syarifah Zainab, S. Pd, M. Pd mengatakan bahwa sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) ini merupakan Sosialisasi yang diperuntukkan bagi DWP Kantor Kementerian Agama Kab. Kayong Utara dan DWP Kab. Ketapang.

Hj. Syarifah Zainab juga mengutarakan bahwa Narasumber Utama dalam Sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yaitu Ibu Hj. Nur Mardiah, S.Pd dan dibantu oleh 2 orang narasumber lainnya yang berasal dari KPI Provinsi Kalimantan Barat dan KPI Kab. Ketapang. Dan peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut adalah Ibu-ibu DWP Kankemenag KKU yang berjumlah 27 orang dan Ibu-ibu DWP Kankemenag Kab. Ketapang yang berjumlah 25 orang.

Sebelum masuk ke penyampaian materi sosialisasi, kegiatan ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kementerian Agama Prov. Kalimantan Barat. Drs. H. Syahrul yadi, M. Si membuka sekaligus memberikan arahan tentang Sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi. Beliau mengutarakan bahwa para perempuan khususnya Ibu-ibu Dharma Wanita Kankemenag Kayong dan Ketapang adalah pilar utama dalam pendidikan rumah tangga. Karena seorang ibu merupakan sekolah yang pertama yang mengajarkan anak-anak sejak kecil untuk berlaku jujur dan tidak korupsi. Bahkan seorang istri lebih sering mengingatkan para suami mereka untuk tetap jujur dan amanah dalam melaksanakan tugas negara dan tidak melakukan korupsi. Korupsi memang belum dapat diberantas hingga tuntas akan tetapi kita dapat meminimalisir dan mencegah agar tidak terjadinya korupsi, ungkapnya.

Beliau juga menambahkan, agar ibu-ibu dharma wanita tidak berhenti sampai disini akan tetapi terus

bergerak dan berjuang mensosialisasikan Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi, hal itu bisa dilakukan dimulai dari rumah tangga, sekolah dan masyarakat.

Dalam Sosialisasi tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Nur Mardiah, S. Pd merupakan narasumber utama sosialisasi SPAK. Beliau merupakan salah seorang tutor SPAK yang telah mengikuti TOT (Training Of Trainer) oleh KPK. Banyak hal yang beliau terangkan dalam sosialisasi tersebut diantaranya tentang asal mula terbentuknya Saya Perempuan Anti Korupsi dan berbagai aktifitas yang dilakukan oleh SPAK. Metode yang digunakan juga tidak hanya berbentuk sosialisasi akan tetapi ada juga berupa permainan dari anak-anak TK hingga ke ibu rumah tangga.

Dari segi pengalaman, banyak hal yang mereka dapatkan. Suka dan duka mereka dapatkan ketika mereka menggalakkan Saya Perempuan Anti Korupsi. Cibiran dan Cemoohan dari orang lebih sering mereka dapatkan akan tetapi mereka tidak pernah patah semangat. Mereka terus memotivasi anak-anak hingga masyarakat luas untuk tidak berlaku korupsi, bahkan disetiap kantor mereka izin untuk mensosialisasikan SPAK, mereka mengajak para guru, para pegawai, para pejabat dan masyarakat untuk tidak berlaku korupsi. Banyak murid, guru, pegawai, pejabat dan masyarakat yang mengapresiasi adanya Saya Perempuan Anti Korupsi, dan meskipun ada yang awalnya mencemooh, akan tetapi ketika mereka dilibatkan dalam SPAK, mereka menjadi semangat dan sangat menyukainya, karena SPAK tidak hanya sekedar sosialisasi semata akan tetapi ada beberapa permainan edukatif didalamnya yang bisa memberikan pemikiran positif bagi mereka yang terlibat didalamnya untuk tidak melakukan korupsi. Dan permainan-permainan tersebut sangat mendidik anak-anak dan para ibu rumah tangga, imbuhnya.

Hj. Nur Mardiah juga mengingatkan agar para ibu dharma wanita persatuan Kankemenag KKU dan Ketapang agar tidak malu dan terus semangat menggalakkan SPAK dimana saja, bersama-sama kita cegah korupsi, ungkapnya. Selesai memberikan materi, Hj. Nur Mardiah dan 2 orang narasumber lainnya memberikan permainan bagi para ibu DWP kedua kankemenag kabupaten tersebut. setelah itu, dilakukannya penyematan pin SPAK dan pemberian alat peraga dalam permainan SPAK kepada masing-masing DWP. Dan seusai sosialisasi, ibu-ibu DWP kankemenag Kab. Ketapang ada yang langsung pulang ke Ketapang dan ada juga yang menginap di rumah keluarga mereka di Kayong karena mereka ingin menyaksikan peresmian Sail Selat Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok Sukadana, sedangkan Kakanwil beserta istri pulang ke Rumah Dinas Kakan Kemenag KKU karena Sabtu, tanggal 15 Oktober 2016 beliau dijadwalkan menjadi petugas pembaca do'a dalam Peresmian Sail Selat Karimata 2016 Kab. Kayong Utara.

Berita: