Seksi Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren (Seksi PD. Pontren) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sintang menggelar kegiatan penguatan data Emis se-Kabupaten Sintang, Selasa (02/10/18) di MAN 1 Sintang J. Oevang Oeray Sintang.

Hadir Dalam Pembukaan Kegiatan  ini yaitu  Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad, S. Ag, Kepala Sub. Bagian tata Usaha, Seluruh Kepala Seksi, Penyelenggara, Pengawas hadir juga Kepala Bidanag PAKIS Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat H. Wildan, S.HI beersama 2 orang stafnya dan kegiatan ini  diikuti sebanyak 70 orang peserta dari Pondok Pesantren, Lembaga Pendidikan Quran (LPQ), dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Sintang.

Dalam Laporannya Ketua Panitia Pelaksana Mufti  Junaidi yang juga Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang melaporkan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kualitas pondok pesantren, baik bagi MDT maupun LPQ yang ada di Kabupaten Sintang.

Education Management Information System (EMIS) sangat perlu disampaikan karena dengan Emis pemutakhiran data lembaga pendidikan keagamaan lebih cepat, tepat dan akurat, pungkasnya.

Sementara itu  Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad, S. Ag dalam sambutannya berharap peserta yang berhadir agar menggunakan dan memanfaatkan kegiatan sebaik mungkin. ''Hendaknya para peserta yang ditunjuk sebagai operator Emis harus betul-betul memahami agar terus melakukan updating data setiap waktu,'' harapnya.

“Peran emis adalah sebagai data acuan dalam perencanaan program pendidikan yang dinaungi oleh Kementerian Agama untuk menentukan alokasi bantuan rehab ruang kelas, penerimaan BOS bagi pondok pesantren Wajar Dikdas, dan pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP). Semua ditetapkan bila data EMIS di Pontren maupun Madin terjamin kelengkapan, keakuratan datanya dan ketepatan waktunya,” pangkanya

 Anuar juga menambahkan bahwa Perencanaan yang baik memerlukan dukungan data yang baik, segala bentuk kegiatan didasarkan pada data yang valid maka memudahkan untuk verifikasi maupun pengajuan bantuan,” ungkapnya. ( Akil, Sintang )

Berita: