Pernikahan merupakan tahapan penting dalam kehidupan kita, sehingga dibutuhkan persiapan fisik, jiwa dan sosial untuk menghadapinya. Untuk memasuki hidup baru ini, calon pengantin (Catin) wajib mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan fisik dan kesehatan jiwa, sehingga impian membentuk keluarga bahagia dapat terwujud karena didukung dengan keluarga sehat dan harmonis.

Untuk mewujudkan Keluarga yang sehat Catin harus mengetahui Sembilan Info Kesehatan bagi Catin. Sembilan Info Kesehatan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Drg. Trisnawati, MM pada pertemuan Evaluasi buku pintar Catin pada Selasa (29/3/2016) di Aula Utama Dinas Kesehatan Kota Pontianak Jalan Ahmad Yani Pontianak.

Info yang pertama yakni persiapan sebelum memasuki masa pernikahan meliputi kesehatan fisik dimana catin hendaknya melakukan pemeriksaan kesehatan, persiapan gizi, Imunisasi TT dan menjaga kesehatan diri. Catin juga harus mempunyai kesehatan jiwa dan juga tidak menganggap remeh masalah sosial ekonomi.

Kedua, seputar kehamilan. Pasangan catin harus mengetahui keadaan yang ideal untuk hamil, perawatan sehari-hari ibu hamil, tanda bahaya kehamilan, tanda bayi akan lahir, masalah persalinan, perawatan ibu setelah melahirkan dan tanda bahaya masa nifas.

Ketiga, tips agar bayi sehat dan Ibu selamat, yakni rencanakan kehamilan, dan hindari 4T yakni terlalu muda, terlalu tua, jarak terlalu dekat dan jumlah anak terlalu banyak, kenali tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas, persalinan dengan petugas kesehatan.

Kemudian saat persalinan lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan berikan ASI Eklusif (Asi saja sampai anak berusia 6 bulan), atur jarak kelahiran, periksakan bayi secara lengkap minimal 4 kali dalam setahun dan periksa balita lengkap minimal 8 kali dalam setahun.

Keempat adalah pentingnya menjaga seribu hari pertama kehidupan (Gold Period). Periode seribu hari yakni 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi dilahirkannya, merupakan periode sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat menetap dan tidak dapat diperbaiki.

Kelima, IMD dan Asi Eksklusif. IMD adalah proses dimana bayi secara aktif menemukan puting ibunya sendiri dengan kontak kulit antara kulit ibu dengan kulit bayinya dalam satu jam pertama dan dilakukan sesegera mungkin tanpa harus menunggu bayi ditimbang atau dibersihkan dahulu.

Keenam yakni Imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang dengan memasukkan kuman/bagian kuman tertentu yang dilemahkan /dimatikan ke tubuh manusia sehingga tidak terjadi penyakit apabila terpapar oleh kuman penyakit tersebut. Info yang ketujuh yakni keluarga berencana (KB).

KB diperlukan agar ibu tidak cepat hamil lagi dan agar ibu punya waktu merawat kesehatan diri sendiri, anak dan keluarga. Info kedelapan yaitu Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) yakni keluarga yang berperilaku gizi seimbang, mampu mengenali dan mengatasi masalah gizi anggotanya dan untuk info kesembilan seputar HIV dan AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia dan AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh HIV.

Cara penularan HIV melalui jarum suntik, hubungan seks, ibu ke anak dan melalui darah. HIV tidak menular melaui jabat tangan, kolam renang atau makan bersama. Pencegahan HIV adalah tidak melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan, bersikap setia dengan pasangan, cegah dengan kondom dan dilarang menggunakan narkoba. **(Ima/Ptk)

Berita: