Umi Waheeda, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Bogor yang juga pelopor sekolah gratis 15.000 santri kembali dihadirkan dalam acara Seminar Kewirausahaan pada Senin (14/5) pagi di Aula Kantor Bupati Sanggau.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Rumah Kreatif BUMN Sanggau bekerjasama dengan pemerintah daerah, sejumlah lembaga dan Pontianak Post Biro Sanggau ini lebih pada berbagi pengalaman dari Umi Waheeda sebagai pembicara utama dalam memanfaatkan sumber daya alam Indonesia yang melimpah.

Umi, sapaan akrabnya, mencontohkan hal yang paling sederhana yakni dari usaha kripik singkong yang ditekuni oleh rekannya dari Malaysia dan produknya menembus pasar eropa bahkan manca negara.

Rekannya itu bahkan terinspirasi dari sumber daya alam indonesia yang begitu banyak. Di indonesia, termasuk di Sanggau bahan bakunya sangat banyak bahkan melimpah tetapi mengapa ibu-ibu di Bumi Daranante tidak tergerak untuk menjadi sukses dengan sumber daya alam yang ada.

Kebanyakan masyarakat indonesia kalau sudah kepepet baru mau berusaha. Kemauan inilah yang menurutnya masih sangat lemah dari masyarakat di Indonesia. Padahal, jika ditekuni kemungkinan untuk maju akan sangat besar dan akan menjadi sebuah upaya menuju kesuksesan yang luar biasa.

Kepala Dinas Perindagkop Sanggau, Syarif Marwan sangat menyambut baik kegiatan ini. Pihaknya juga tidak segan mengajak Rumah Kreatif Sanggau untuk ikut bersama dengan pemerintah dalam membangun ekonomi UMKM agar kesejahteraan masyarakat secara ekonomi dapat dikembangkan dan ditingkatkan secara lebih baik kedepannya di Kabupaten Sanggau.

Sementara itu, Supervisor Rumah Kreatif BUMN Sanggau, Muhammad Ikhsan menyampaikan harapannya kehadiran RKB Sanggau ini dapat bermanfaat dengan memaksimalkan UMKM dalam menopang ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sanggau.

Sebagai bagian dari pembinaan UMKM, pihaknya melihat peluang yang cukup besar dalam menghidupkan UMKM Sanggau secara berkelanjutan. Antusiasme menjadi salah satu indikator dalam melihat peluang tersebut. Dirinya berharap pemerintah daerah mau melihat ini sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi kerakyatan

Hal ini juga diamini oleh Kakankemenag Sanggau Drs M Taufik. Sudah saatnya umat Islam untuk bisa membuktikan dirinya besar secara kuantitas dan juga besar juga secara potensi ekonomi. Kemenag juga tidak akan berhenti melakukan program-program pemberdayaan umat baik melalui zakat, wakaf, infaq dan shodaqoh. Namun tentu saja program-program ini harus bersinergi antar satu dengan yang lainnya. (fathur)

Berita: