Salah satu cara memperkenalkan Al-Qur’an dan menggiatkan kecintaan masyarakat terutama muslim di Kabupaten Ketapang maka Bupati Sintang dr. H.Jarot Winarno, M.Med.Ph membuka pagelaran lomba MTQ XXIII di Kabupaten Sintang yang dilaksanakan pada Sabtu (24 Maret 2018) di stadion kebanggaan masyarakat Sintang yakni Stadion Baning pada pukul 20.00 WIB.

Meskipun mendekati detik-detik akhir pelaksanaan pembukaan lomba MTQ tingkat Kabupaten ini dibuka hujan lebat turun membasahi Kabuapten Sintang namun bukan menjadi halangan bagi masyarakat untuk berbondong-bondong hadir menyaksikan lomba melantunkan ayat suci Al-Qur’an ini. Selain itu aura semangat dan juang tetap diperlihatkan oleh para peserta lomba yang tersusun rapi dalam arakan devile serta kesiapan panitia untuk menggelar perhelatan akbar tingkat kabupaten ini. Dan pada pelaksanaan acara hujan lambat laun kian berkurang intensitasnya sehingga hanya menyisakan gerimis-gerimis kecil yang membasahi Stadion Baning.

Acara MTQ XXIII Sintang dibuka dengan penampilan Qasidah yang dipersembahkan oleh ibu-ibu dari Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sintang yang dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an yang dibacakana oleh salah satu legenda hidup dan aset bangsa yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional yaitu KH. Muammar Z.A yang datang bersama istri. Antusias dan rasa bangga serta haru terasa ketika KH. Muammar Z.A mulai melantukan bacaan Al-Qur’an dengan nada khasnya. Tak heran tampak sebagian para hadirin dan tamu undangan yang mendokumentasikannya melalui rekaman suara, gambar bahkan video karena mereka merasakan ini adalah momen langka yang dapat terwujud.

Dalam sambutannya Bupati Sintang dr. H.Jarot Winarno mengungkapkan pagelaran MTQ XXIII Sintang tidak hanya sebagai ajang untuk melantunkan Al-Qur’an dengan suara indah sesuai dengan kaidah dan tuntutan yang berlaku namun juga untuk merawat nilai-nilai kebangsaan. Meskipun lahir dari nilai budaya Islam namun pada prakteknya MTQ mampu melibatkan berbagai pemeluk agama lain dan saling bekerja sama. Ada nuansa keharmonisan dan kemesraan spiritual yang dihadirkan oleh MTQ sehingga berbagai komunitas agama dapat bertemu, berbaur dan merasa menjadi satu kekokohan. Inilah bukti MTQ mampu memperkuat nilai keagamaan dan sekaligus nilai kebangsaan. Selain itu MTQ menjadi ajang untuk mempererat ikatan antar bangsa dan bekerja sama di tengah isu intoleranasi dan radikalisme yang sebenarnya tidak mencerminkan budaya beragama sama sekali ataupun politik yang memecah belah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

“Tema MTQ yang kita usung adalah membentuk masyarakat religius berjiwa Qur’ani untuk menjawab tantangan masa depan”, tegas Bupati Sintang. “Dengan adanya keharmonisan kerja sama dan minat dari masyarakat Sintang yang begitu besar, kita optimis dapat menjadi Kabupaten Sintang dapat menjadi tuang rumah dalam penyelenggaraan even MTQ tingkat Provinsi di Kalimantan Barat”, tambahnya.

Acara MTQ XXIII Kabupaten Sintang diikuti oleh 14 utusan dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang yang selanjutnya akan bertarung dalam rentetan MTQ XIII yang dilaksanakan selama tiga hari ini yang berakhir pada Hari Selasa, 27 Maret 2018 waktu setempat. Adapun cabang perlombaan yang diadakan adalah Lomba Tilawah, Tartil, Tahfidz, Khat Naskah, Khat Dekorasi dan Khat Mushaf serta Kontemporer.

Dalam acara pembukaan MTQ XXIII ini Bupati Sintang beserta masyarakat mendeklarasikan “Deklarasi Anti Hoaks” yang dibacakan secara bersama di Stadion Baning, Kabupaten Sintang dan dipersembahkan juga tarian kolosal dari masyarakat Sintang di even membumikan al-Qur’an ini. @luthfi/humas

Berita: