MEMPAWAH_ Pondok Pesantren Darussalam Desa Sengkubang selasa, (25/07/17) merayakan hari kelahiran berdirinya Pondok Pesantren yang ke-25, yang dikenal dengan istilah Tasyakuran Milad, pelaksanaan kegiatan Milad dimulai dengan melakukan upacara yang diikuti lebih dari seribu santri yang aktif serta para alumni, mulai dari santri Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah.

Pelaksanaan Tasyakuran Milad tersebut dihadiri beberapa para undangan, seperti dari Instansi, Dinas, Kementerian, para wali santri, para ustadz, dan beberapa simpatisan yang ikut serta mensukseskan acara Tasyakuran Milad yang menjadi momen ditunggu-tunggu oleh para alumni Pontren Darussalam Sengkubang.

Dalam amanatnya, Ketua Yayasan yang sekaligus sebagai wakil Pimpinan Pondok Pesantren, serta Kepala Madrasah Aliyah yang masih aktif yakni H. Yusdiansyah menyampaikan bahwa momentum SEPEREMPAT ABAD PONDOK ini harus dijadikan ujung tombak untuk lebih maju. "Untuk diketahui bersama, bahwa beberapa para pendiri yang juga sesepuh Pondok Pesantren Darussalam sudah ada yang meninggal dunia, tetapi Pondok Pesantren harus tetap hidup dan berkembang, sebagaimana semboyan berbunyi Patah tumbuh hilang berganti, belum patah sudah tumbuh lagi”, ungkap H. Yusdiansyah saat menyampaikan amanahnya di depan peserta Tasyakuran Milad.

Tasyakuran Milad pada tahun ini yang bertemakan “25Th Anniversary Islamic Boarding School Darussalam Sengkubang”, telah terselenggara dengan baik atas semua dukungan, baik dukungan dari Yayasan, para Ustadz/Ustadzah, para santri, dan para alumni,  dimana Pondok Pesantren ini beroperasi mulai tahun 1992 hingga tetap eksis sampai saat ini, sehingga para alumni dari Pondok ini telah tersebar ke berbagai wilayah di Kalimantan Barat dan sekitarnya.

H. Yusdiansyah mengungkapkan bahwa kesuksesan Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang berkat dukungan semua pihak, terutama dukungan dari masyarakat Kabupaten Mempawah dan sekitarnya, yang sampai saat ini masih mempercayai yayasan Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang sebagai Pondok Pesantren pilihan serta unggulan bagi umat Muslim di Kabupaten Mempawah, dan Kalimantan Barat pada umumnya.

Tasyakuran Milad pada tahun ini ditandai dengan pelepasan 25 balon udara oleh Pembina Yayasan Darussalam yaitu Bapak H. Hamzen Bunsu, M.Pd,  yang merupakan rekan dekat para pendiri Ponten Darussalam, yaitu H.M.Yunus Nazam (alm), H. Abdullah Ali (alm), dan K.H. Tusirana Rasyid yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua MUI Kabupaten Mempawah.

Pelaksanaan Milad digelar dengan penuh kemeriahan, yakni diawali dengan persiapan defile dan parade, start dimulai dari Kampus 2 ke Kampus 1, dengan diikuti oleh seluruh santri semua tingkatan, mulai dari Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Ibtidaiyah Tahfizul Quran. Selain itu tampak pelepasan defile yang diikuti oleh masing-masing barisan santri dan santriwati Konsulat perwakilan daerah Kalimantan Barat dan Persembahan Seni Budaya dan Olahraga Santri dan Santriwati Darussalam Sengkubang.

Adapun konsulat perwakilan dari masing-masing daerah yaitu: Kabupaten Mempawah, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Landak, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kapuas Hulu, Kota Singkawang, Kubu Raya, Sintang, Sambas, Ketapang, dan Kota Pontianak. Selain itu ada juga kontingen lainnya, seperti kontingen Tapak Suci, Kasidah, Marawis, Tarian Mapadendang, senam, paduan suara, olahraga Darussalam TABLO, Klanting, BARDA Darussalam drumband, Pramuka, dan FIRE DANCE. Semua kontingen tersebut telah menampilkan unjuk kemampuan dihadapan para peserta, serta tamu undangan.

Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan pemberian penghargaan kepada Ustadz dan Ustadzah yang telah mengabdi dan mendidik para santri selama kurang lebih 20 Tahun lamanya, yaitu H.M Yatim Bakar, Muhraji, S.Hi, Sabransyah, Pawadi, Munziri, Mun’im, Dra. Hj. Nurussa’adah, dan Drs. Ahmad Nasyarudin.

Terhadap pemberian penghargaan tersubut H. Yusdiansyah berharap semua Ustadz dan Ustadzah di Pondok Pesantren Darussalam telah menjadi tenaga pendidk yang profesional, sehingga menjadi guru yang terampil dalam mendidik, mengajar, membimbing, dan  mengarahkan, selain itu didasarkan atas pertimbangan prestasi, pengabdian, dedikasi dan loyalitasnya dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas pada Pondok pesantren Darusalam Sengkubang.

Kedepannya H. Yusdiansyah berharap agar pelaksanaan Tasyakuran Milad menjadi lebih baik, walaupun pelaksanaannya telah berjalan sukses, namun ia tetap optimis, agar semua santri dan para alumni bisa menghadiri kegiatan yang sama agar pelaksanaan berjalan sukses. (Rudi_Mpw).

Berita: