Kepala Kemenag Kabupaten Sanggau Drs M Taufik memberikan tausiah agama dalam kegiatan Pengajian Bulanan BKMT Kecamatan Kapuas pada Senin (7/01). Sebanyak 500 jamaah BKMT dari seluruh kelurahan dan desa di Kecamatan Kapuas menghadiri acara yang diadakan sore usai sholat Asyar ini.

Dalam kegiatan yang digelar di masjid Al Jihad Dusun Penyeladi Hilir ini Kakankemenag memberikan tausiah tentang memaksimalkan potensi manusia. Menurut M Taufik manusia itu mempunyai potensi cipta, rasa dan karsa.

Manusia adalah makhluk sempurna dan paripurna serta diciptakan dengan sebaik-baik bentuk, sebaik-baik komposisi dan sebaik-baik proporsi.

Ada akal yang diberikan kepada kita. Selanjutnya, dari karunia berupa akal, manusia juga dikaruniai Allah dengan nurani dan nafsu. Akal bisa disebut dengan cipta, nurani itu bisa disebut dengan rasa dan nafsu merupakan karsa. Kombinasi, gabungan, harmonisasi, selarasnya cipta, rasa, karsa, atau akal, nurani dan nafsu maka akan membuat manusia menjadi ahsani taqwim, Makkhluk yang sempurna nan paripurna.

Tapi, bilamana ada komposisi yang tidak pas, jomplang maka akan timbul kerusakan, mudlorot, kerusuhan, perpecahan bahkan kehancuran. Ada orang yang mungkin berakal, berilmu nan tinggi. Tapi dia tidak memiliki nurani.

Ada pula orang yang punya motivasi, ghiroh, keinginan nafsu yang kuat tapi tidak menggunakan ilmu apalagi nurani. ” ISIS itu apa kurang hebat, sekedar sekian waktu, dalam hitungan hari, karena semangat untuk menegakkan syariah, Iraq, Suriah berhasil dikuasai. Tapi karena tidak berilmu, juga tidak bernurani, akhirnya perbuatannya justru memalukan. Kekerasan, kehancuran, kebobrokan dia lakukan. Teror disebar, horror dikedepankan.

Lupa kemudian pada tujuan awal, Islam yang menebarkan salam keselamatan” demikian Taufik memberikan peringatan Lebih lanjut M taufik menyampaikan bahwa orang yang baik adalah bilamana akalnya bisa berkembang menjadi ilmu.

Tapi tidak sekedar itu saja. ILmunya kemudian berkembang menjadi hikmah. Berakal tapi tidak sombong, bernafsu tapi tidak semena-mena. Bernurani tapi tidak lemah hati. Itulah orang yang ahsani taqwim. Berpadu, harmoni antara akal, nafsu dan nurani. Berkombinasi antara cipta, rasa dan karya. Inilah kemudian yang membentuk budaya. Inilah kemudian Islam itu sendiri. Inilah orang-orang yang selalu qod aflaha manzakaha. Mensucikan dirinya. Membersihkan nuraninya (Fathur-Sanggau)

Berita: