Beberapa Guru PAI Non PNS Kota Pontianak mempertanyakan jumlah tunjangan sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang masuk ke rekening mereka. Pasalnya jumlah TPG yang mereka terima via rekening hanya separuh dari jumlah uang yang biasa mereka terima. Karena untuk TPG PAI Non PNS Kota Pontianak biasanya dibayar setiap enam bulan (periode Januari sampai Juni 2017).

Salah satu Guru PAI Non PNS Kota Pontianak, Dede Abdullah yang datang ke Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Selasa (8/8/2017) mengatakan, kalau menurut kebiasaan yang lalu, jumlah tunjangan sertifikasi yang masuk ke rekening untuk periode Januari sampai Juni 2017 sebesar Rp. 8.550.000 (delapan juta lima ratus lima puluh ribu rupiah). Tapi kemaren setelah mengecek rekening, hanya separuhnya saja yang masuk, tuturnya saat mempertanyakan hal tersebut kepada salah satu pelaksana Seksi PAI, Sumiati.

Menjawab pertanyaan tersebut, Sumiati membenarkan bahwa untuk saat ini TPG PAI Non PNS Kota Pontianak memang baru bisa dibayar separuhnya alias tiga bulan (periode Januari sampai Maret 2017). Hal tersebut dikarenakan anggaran TPG PAI Non PNS tahun ini tidak mencukupi untuk pembayaran selama enam bulan. Anggaran yang tersedia di DIPA hanya untuk 14 orang (sebesar 252 juta rupiah). Sedangkan jumlah Guru PAI Non PNS Kota Pontianak sebanyak 49 orang (total anggaran yang diperlukan seharusnya 882 juta rupiah). Sehingga kekurangan anggaran sebesar 630 juta rupiah.

Menyikapi hal tersebut dan untuk menghindari kehebohan di tingkat Guru PAI Non PNS Kota Pontianak, Kepala Seksi PAI Drs H Ahmad Hanafi mengambil kebijakan untuk membayar TPG sesuai dengan anggaran yang tersedia, tapi untuk semua Guru PAI yang berjumlah 49 orang. Setelah dilakukan perhitungan, dengan anggaran yang ada baru bisa membayar TPG untuk tiga bulan saja. Sedangkan kekurangannya masih menunggu relokasi anggaran dari Bidang Pakis Kanwil Kemenag Kalbar.

Senada dengan apa yang disampaikan Sumiati, Kepala Seksi PAI H Ahmad Hanafi MSi yang dimintai keterangan di ruang kerjanya, Senin (7/8/2017) mengatakan untuk sementara tunjangan sertifikasi Guru PAI Non PNS baru bisa dibayar untuk tiga bulan (Periode Januari sampai Maret 2017). Hal tersebut dikarenakan anggaran yang tersedia di DIPA Kantor Kemenag Kota Pontianak tidak mencukupi untuk dibayar selama enam bulan. Sedangkan kekurangannya masih menunggu relokasi anggaran dari Kanwil Kemenag Kalbar.

Lebih lanjut Ahmad Hanafi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Bidang Pakis Kanwil Kemenag Kalbar. Bahkan Bidang Pakis telah mengirim surat secara resmi kepada Kemenag Pusat. Ahmad Hanafi berharap kekurangan anggaran tersebut bisa dibayar tahun ini juga. Agar tidak terjadi tunggakan di tahun depan. Kepada seluruh Guru PAI Non PNS Kota Pontianak, Hanafi juga berharap untuk bisa bersabar dan mendoakan agar kekurangan anggaran yang telah diusulkan segera cair dalam waktu dekat.*(Sumi/Ptk)

Berita: