Rabu, 03 Juli 2019, 08:29 aris

Peneliti dari Universitas Gajah Mada yang dipimpin oleh Rizal,P.hD berkunjung ke Kota Singkawang dalam rangka penelitian dan melaksanakan Focus Group Discussion terkait program yang mereka dapakan dari Kemenristek dan Dikti. Berjumlah sekitar 5 orang, kedatangan mereka dimulai dari tanggal 30 Juni – 2 Juli di Kota Gayung Bersambut ini.

Puncak dari Focus Group Discussion ini berlangsung tanggal 1 Juli 2019 bertempat di Ruang Gayung Bersambut Kantor Walikota Pontianak. Undangan yang hadir adalah FKUB Kota Singkawang, Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama dan Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Aris Sujarwono,M.H

Sekitar Pukul 09.00 WIB dimulainya FGD tersebut dimulai dengan paparan kondisi Kota Singkawang oleh Wakil Walikota Singkawang, Drs.H.Irwan,M.Si yang menjabarkan kondisi alam dan sosial kemasyarakatan yang ada di Kota Singkawang. Selanjutnya Ketua FKUB Kota Singkawang, Baharuddin,S.H juga menjelaskan keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) yang dipimpinnya sambil memperkenalkan satu persatu personil yang hadir.

Tidak lupa Baharuddin memperkenalkan Aris Sujarwono,M.H selaku Kasubbag Hukum dan KUB yang begitu intens dan solid mendukung program dan berbagai informasi yang dibawah wewenangnnya dalam upaya mempertahanankan dan terus menjaga Kota Singkawang khususnya dan Kalimantan Barat agar tetap rukun dan damai.

Salah satu program yang dilaksanakan oleh Subbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenang Provinsi Kalimantan Barat baru baru ini adalah Workshop Pencegahan Konflik Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mengundang seluruh Aktor Kerukunan yaitu Pengurus FKUB se Provinsi Kalimantan Barat serta beberapa perwakilan Pemuda Lintas Agama di Kota Pontianak. Materi yang berisi teori pengelolaan konflik serta simulasi dan game yang diusung untuk mencegahnya ini sangat disenangi oleh peserta yang hadir, ujar Baharuddin.

Rizal selaku pimpinan tim peneliti UGM mengapresiasi program Kanwil Kementerian Agama Kalbar yang memang sangat diperlukan dalam mencegah dan menjaga kerukunan umat beragama di provinsi ini. Predikat Kota Tertoleran bukan tanpa tantangan, namun harus selalu dijaga dan dirawat seluruh komponen yang hadir, tidak terkecuali Kementerian Agama dan FKUB setempat.

Dalam FGD ini, Rizal menggali informasi penting dari seluruh peserta yang hadir. Setiap peserta ditanya tentang kunci sukses dan benang merah dalam merawat kerukunan di Kota Singkawang. Masing masing peserta ditanya tentang kiat mereka terkait kerukunan dan perbedaan dalam agama yang sangat toleran. Semua peserta menjawab dengan arif dan bijak mengenai kondisi sosial masyarakat, hidup berdampingan dengan warga beda etnis dan agama, serta tradisi agama yang mereka rasakan indah dan menarik tentunya dengan kekhasan dan kearifan lokal yang dimiliki dan tidak ada di daerah lain.

Kesemua jawaban tersebut dirangkum Rizal sebagai bahan Peneliti UGM ini membuat fim dokumenter di universitas mereka. Sebagaimana diketahui, UGM telah memiliki dan menerapkan kajian multikultural bagi mahasiswa mereka. Dengan referensi film dokumenter yang berjudul “Multikulturalisme Masyarakat Kota Singkawang Dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika” ( Sebuah Eksplorasi Kearifan Lokal ), maka akan menambah khazanah informasi kerukunan yang multikulturalisme dari berbagai provinsi dan daerah di Indonesia. Tidak hanya di pula jawa saja, namun Kota Singkawang di Kalimantan Barat mampu mewarnai kerukunan umat beragama yang berbasis kearifan lokal setempat.

Usai melakukan FGD dilakukan serah terima cindera mata dari Wakil Walikota Singkawang dengan Rizal dan melihat potret dan keberagaman yang ada dan mengunjungi rumah ibadah setempat untuk dilihat lebih dekat sebagai sebuah kekayaan khzanah budaya indonesia yang rukun dan berbeda namun tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (AS )
 

Berita Terbaru

Berita Terkait