BENGKAYANG,- Rabu (3/1) Hari Amal Bhakti Kementerian Agama yang dirayakan pada setiap tanggal 3 Januari, dilaksanakan serentak di seluruh wilayah NKRI, tak terkecuali di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, yang mana secara geografis Kabupaten Bengkayang berbatasan langsung dengan Negara jiran, Malaysia.

Upacara peringatan HAB ke 72 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang dilaksanakan di halaman depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang. Upacara kali ini diikuti oleh seluruh ASN, guru-guru, penyuluh agama, dan tenaga honorer di lingkungan kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang. Tamu-tamu undangan pun turut hadir dalam upacara HAB ke 72 ini. Adapun yang bertindak selaku Inspektur upacara adalah Wakil Bupati Bengkayang Agustinus Naon, S.Sos.

Upacara peringatan HAB ke 72 dimulai pada pukul 08.30 Wib. Upacara diawali dengan penaikan bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspektur Upacara. Berikutnya adalah pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD ’45 dan Kode Etik Pegawai. Selanjutnya adalah pembacaan sambutan Menteri Agama pada peringatan HAB ke 72 oleh Inspektur Upacara.

Pada HAB ke 72 ini Kementerian Agama tahun 2018 mengambil tema: "Tebarkan Kedamaian". Tema ini dipilih karena pada hakikatnya agama berfungsi menyemai kebaikan dan menebar kedamaian. Kedamaian adalah pesan universal semua agama kepada umat manusia. Kedamaian akan membawa kebahagiaan. Kedamaian adalah jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan. Kedamaian merupakan pintu maslahat bersama. Dan, hanya dengan hati yang damai, sanubari kita bisa merasakan kasih sayang Tuhan yang hakiki.

Karena itu, Menteri Agama mengajak seluruh ASN Kementerian Agama dan semua komponen umat beragama di Tanah Air agar bersama-sama menjadi Duta Penebar Kedamaian. Marilah kita buktikan bahwa agama sesungguhnya membawa angin kesejukan yang menenteramkan. Dalam damai akan tercipta negeri yang tenteram dan sejahtera.

Menteri Agama berpesan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, marilah memaknai bekerja sebagai ibadah, bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan. Mari menjalankan pengabdian dengan sikap amanah dan keikhlasan, dan jangan sekali-kali mempermainkan jabatan. Sebagai hamba Tuhan dan aparatur negara, kita semua menyadari bahwa panggilan terbesar tentu adalah panggilan Tuhan. Maka yakinilah bahwa panggilan tugas melayani sesama, melayani masyarakat sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab kita masing-masing hakikatnya adalah pengejawantahan dan manifestasi dari panggilan Tuhan.

Setelah pembacaan sambutan Menteri Agama RI kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan kepada beberapa TPQ terpilih dan penyerahan hadiah lomba dalam memperingati HAB. Penyerahan bantuan TPQ diserahkan oleh Wakil Bupati Bengkayang, adapun pemenang lomba hadiah diserahkan oleh Kepala kantor Kementerian Agama H. Sy. Machmud, S.H. (Akhzari)

Berita: