BENGKAYANG_Jum’at (1/6) halaman depan kantor Bupati Bengkayang menjadi tempat dilaksanakannya upacara hari lahir Pancasila. Upacara yang diikuti oleh berbagai elemen pemerintahan daerah, termasuk pula TNI AD, TNI AU, dan Polri. Upacara juga diikuti oleh seluruh Instansi Vertikal termasuk juga Kepala kantor Kementerian Agama H. Mi’rad, S.Ag beserta seluruh ASN dan Honorer di lingkungan kerja Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Bengkayang.

Upacara hari lahir Pancasila diawali dengan mengheningkan cipta bersama yang dipimpin oleh Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, M.Pd. Dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila secara bersama oleh seluruh peserta upacara, setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan pembukaan UUD ’45. Berikutnya ialah pembacaan Keputusan Presiden No. 24 tahun 2016 tentang hari lahir Pancasila.

Selanjutnya adalah penyampaian amanat Inspektur Upacara, adapun Inspektur Upacara adalah  Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, M.Pd. Inspektur Upacara menyebutkan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang telah mutlak disepakati bersama dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Pancasila adalah dasar filosofis bagi bangsa Indonesia. Yang harus dilakukan pada saat ini adalah reaktualisasi nilai-nilai pancasila didalam kehidupan sehari-hari, sehingga Pancasila tidak hanya sekadar “lip service” saja.

Diakhir amanatnya Gidot mengajak kepada seluruh masyarakat Bengkayang agar menjadikan pancasila sebagai pilar bangsa, dan kembali mendalami makna-makna yang terkandung didalam tiap butir-butir Pancasila. Akhir dari rangkaian mata acara hari lahir Pancasila ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh ASN Kantor Kementerian Agama Bengkayang seksi Bimas Islam Supaat. (Akhzari)

Berita: